28 C
Banda Aceh
Selasa, September 27, 2022

Rusia Perang, Chelsea Tumbang

Oleh: Yulia Erni*

Rasa tak percaya hadir sambung menyambung kian hancur melihat performa jersey biru pekat kota London Barat berubah selepas kepergian Roman Abramovich.

Ungkapan ini memang pantas terucap dari mulut Chelsea Headhunters atau gelar lain fans garis keras Chelsea. Bukan rahasia, mantan gubernur Chukotka ini merupakan pelopor di balik suksesnya The Blues di ranah sepak bola Eropa yang sebelum diakuisisinya bisa dikatakan bukanlah siapa-siapa apalagi untuk menakut-nakuti klub papan atas lain saat berlaga, sungguh, jauh api dari panggang. Siapa yang berani menepis pernyataan ini? Ada?

Perlu digarisbawahi untuk melawan lupa. Chelsea FC mulai diakui eksistensinya di Liga Eropa terhitung sejak investor Millhouse Capital Rusia itu menyodor dana 140 juta pounds atau sekitar 2,6 triliun rupiah kepada klub bermarkas di ibukota Inggris pada tahun 2003 dari pihak sebelumnya di mana reputasi klub masih di bawah rata-rata timbul tenggelam tak menentu. Catatan terpenting, nilai beli fantastis tersebut belum seberapa dibanding harga susulan panggilan pemain dan manajer top mencapai 1 miliar pounds atau kisaran 18,8 triliun rupiah.

Begitu sekilas cerita.

Sepantasnyalah raja minyak Rusia tersebut mendapat julukan ‘Roman Empire’ atau Raja Roman oleh True Blue’s Lover. Sebagaimana Chelsea di mata fans, Roman pun sosok istimewa atas bangkitnya klub berjuluk The Blues itu.

Kini antrean aktor lapangan hijau menggantungkan impian karier di klub terlanjur tajir masih panjang dan tak semua dapat giliran. Menjuarai Liga Champions (UEFA Champions League) adalah bukti bahwa mereka berhasil menempati puncak kompetisi elite Benua Biru dua kali dalam dekade terakhir ditambah satu kali runner up tahun 2008 kala ditakluk Manchester United di Stadion Luzhniki, Rusia lewat drama tos-tosan.

Di bawah asuhan Roberto de Matteo, tahun 2012 unggul 4-3 atas Bayern Munchen melalui adu penalti. Setelah menanti sembilan tahun atau tepat 2021, bersama Thomas Tuchel kembali merebut trofi paling prestisius edisi kedua setelah adu sikut di final Liga Champions musim lalu yang kental disebut-sebut pertarungan komunisme kontra wahabisme namun bernuansa Piala FA. Alhasil, Manchester City yang ditukangi Pep Guardiola di bawah kendali Raja Arab, Syekh Mansour, tumbang 1-0 lewat gol tunggal Kai Havertz.

Berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions, pekan ini Chelsea seperti kehilangan DNA tampil di lapangan. Padahal catatan Maret lalu sempat menyapu bersih semua laga. Mungkin kemarin derita belum terasa karena roh juara masih ada.

Petaka pertama bermula pada pekan ke-31 Premier League, Sabtu, 2 April 2022 waktu lokal, seragam biru ibukota tak berdaya kala menjamu Brentford di Stamford Bridge dengan hasil skor sangat mencolok yaitu 4-1 keunggulan sang rival. Sulit diterima. Kemenangan The Bees merupakan sebuah kekalahan paling menyakitkan bagi pasukan Thomas Tuchel sebab Brentford sendiri bukanlah lawan sebanding.

Masih belum cukup, lagi-lagi, bermodal gol tunggal Havertz, Kamis, 7 April 2022, teror hattrick penyerang Real Madrid, Karim Benzema sukses meredam Chelsea yang kian malang. Ketiga gol hasil borongan muslim Perancis bersama Los Blancos menempatinya sejajar capaian rekor mega bintang Cristiano Ronaldo.

Benarkah menurunnya performa Cesar Azpilicueta-CS imbas kepergian Roman Abramovich? Karena, juragan kapal pesiar adalah panutan sejati bagi klub biru kota London. Sejak 2003, Chelsea lebih terkesan seorang Roman dibanding sebagai sebuah klub. Si Biru telah mengantongi 21 trofi dari berbagai liga selama 19 musim bersama 13 pelatih. Sebuah capaian gemilang tak terpikir sebelumnya. Sederet trofi dari berbagai liga tersebut didapat dari mana? Tentu dari uang saku celana si pendiri Migas Gazprom Rusia itu yang telah mengangkat reputasi Inggris semakin berkelas di Eropa.

Di luar lapangan 110 meter pun, seberapa banyak kontribusinya tak perlu dipertanyakan lagi. Jika ingin dikupas maka tak akan cukup halaman untuk ditulis. Salah satu yang terlihat nyata saat pandemi Covid-19 menyerang. Pemilik saham tersebut tergerak hati turut andil menanggung penuh biaya akomodasi serta menyulap Millenium Hotel di markasnya Stamford Bridge menjadi penginapan petugas medis selama penanganan kasus corona yang kian melonjak hingga level 1.557 jiwa (bola.net). Penulis belum lupa, satu dari ribuan korban yang terpapar adalah pemain gelandang sayap Chelsea sendiri yaitu Callum Hudson Odoi.

Namun, apa yang terjadi sekarang? Meletusnya invasi Rusia ke Ukraina beberapa waktu lalu sekejap merusak segala. Negara yang tengah disorot dunia lantaran dalang pemicu konflik seperti ini sudah barang tentu tidak berjodoh dengan dunia sepak bola (olahraga) yang menentang rasisme, perang, atau hal-hal berbaur politik. Imbasnya, negara Ratu Elisabeth resmi menjatuhkan sanksi kepada Roman Empire ditambah lagi pembekuan semua aset miliknya.

Tak tanggung-tanggung, via Liga Premier, pemerintah Inggris memaksa saudagar Eropa Timur yang disebut sebagai salah satu sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin harus segera menjual Chelsea yang awalnya digadang bakal jatuh ke tangan pengusaha Amerika senilai 2,5 triliun jika dirupiahkan. Rumor tersebut ditepis, sebab ada Nick Candy, pebisnis Inggris itu lebih berani membanderol 3 triliun. Harga ini masih mengantongi laba dari nilai beli awal. Artinya, dalam situasi terpuruk pun neraca finansial Chelsea masih membengkak dibanding pengalaman klub Eropa lain saat dilanda prahara langsung gulung tikar.

Contoh, bandingkan kerugian akuisisi Yonghong Li melepas AC Milan ke Elliot Manajemen. Klub sekaliber runner up Liga Champions tersebut hanya dipatok harga 300 juta dolar Amerika. Harga yang untuk membayar dua kali gaji kontrak Erling Halland di klub Borussia Dormund saja tidak cukup. Terkadang bisnis sekejam itu. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Hal ini tak berlaku bagi Roman yang mampu berdiri tegak karena memang ia pemilik tunggal 100 persen saham klub super mahal itu.

Bukan tentang harga semata. Berapalah 3 triliun bagi seorang raja minyak. Ada yang lebih penting dari itu. Roman Empire slogan beken kebanggaan para loyalitas kini selamanya tinggal sejarah.

Apakah Inggris tak punya kebijakan lain?

Tak ayal jika supporter Chelsea di ibukota sekali waktu sempat merusak momen solidaritas untuk Ukraina. Sebuah sinyal bahwa kebijakan pemerintah Inggris tak sejalan dengan pandangan warga negaranya. Mister Roman lebih dihormati ketimbang perdana menteri mereka sendiri. Ada asumsi pemerintah sengaja melakukan pukulan telak lewat dunia olahraga untuk drama politik.

Ada apa dengan Roman? Dan mengapa harus sekarang? Bukankah sebelumnya, Elad anak perusahaannya juga gencar mendanai negara berinisial IL? Tapi dirinya aman-aman saja. Bahkan miliarder Rusia itu sempat diberikan kewarganegaraan istimewa oleh negara tersebut tahun 2018 (The Guardian).

Seorang penikmat politik dan pecinta si kulit bundar Liga Inggris pasti mampu mengupas baik kisah ini. Sebab di dunia politik, orang beriman pun jadi preman, dan sepak bola terus berjalan di sampingnya.

Mau apa lagi, apa yang dikhawatirkan pada akhirnya memang terjadi. Kepergian diiring sikap tenangnya merupakan sebuah kerelaan terpaksa yang melahirkan duka mendalam di tubuh klub. Tanpa Roman, Chelsea oleng. Klub yang dulu hura-hura kini menjadi huru-hara dan pesakitan ibarat ayam ditinggal induk.

Meski satu-satunya yang berbeda kiblat namun penulis memiliki banyak rekan fans garis keras Liga Inggris di berbagai penjuru.

Sebut saja para penggemar Chelsea misalnya. Dari Aceh hingga Eropa sepertinya sama saja. Pemilik, pemain, hingga suporter, sungguh berbeda dengan fans di lingkaran klub umumnya. Mereka yang setianya kelas wahid akan selalu mencintai dengan stabil. Pantang berbalik arah.

Ada semacam pelatihan sama visi sebelum terjun sebagai fans juara bertahan Liga Champions tersebut untuk selalu bersikap kalem sekalipun di tengah puncak juara. Bisa jadi terpapar doktrin dari pemilik klub yang tak hobi euforia muluk-muluk.

Kepasrahan seorang Roman Abramovich wajar saja mengundang simpati massa khususnya publik sepak bola. Ini bukan kisah roman semata, bagaimana pun manusia punya nurani. Taipan Rusia pemilik 100 persen saham Chelsea itu saat digusur Inggris mampu tegar seolah menyimpan pesan:

“Menjadi seorang patriotisme sebuah keharusan. Aku mencintai Chelsea juga tanah airku. Namun hidup ini sebuah pilihan dan jalan kita terpisah di sini. Warna Biru selalu di hati. Semoga Chelsea tidak kembali ke masa lalu.”

* Yulia Erni adalah Pengurus PBSI Pidie periode 2019-2024. Hobi: Menonton sepak bola, main bulu tangkis, membaca, menulis berita. Alamat: Jalan Banda Aceh-Medan KM 121, Lampoih Saka, Pidie, Aceh.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Abu Tumin Wafat

BIREUEN - Aceh kembali berduka. Ulama kharismatik Aceh, Tgk. Muhammad Amin Mahmud akrab disapa...

Elmansyur Peduli Bantu Modal Usaha untuk Kaum Disabilitas di Aceh Utara

LHOKSUKON - Lembaga Elmansyur Peduli yang berkecimpung di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, menyerahkan...

Turnamen Wali Kota CUP II Dimulai, 40 Klub Jajal Lapangan Baru Pegayo Gunakan Rumput Standar FIFA

SUBULUSSALAM - Sebanyak 40 klub desa mengikuti turnamen sepak bola Wali Kota Subulussalam CUP...

Jabatan Dirut Perumda Tirta Pase Berakhir Bulan Depan, Pemkab Aceh Utara Sebut Dua Kemungkinan

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sampai saat ini belum memulai proses seleksi calon...

Angka Stunting Gayo Lues Tertinggi di Aceh, Kejari Ajak Camat dan Pengulu Lakukan Ini

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Gayo Lues memberikan bantuan kepada seratusan warga dalam kegiatan Adhyaksa...

Hari Ini, Didiskusikan Seni Budaya dalam Pandangan Islam

BANDA ACEH - Para tokoh dari semua stakeholder akan mendiskusikan terhadap pandangan seni budaya...

Forhati Aceh Gelar Muswil, Tetapkan Program Kerja, dan Pilih Presidium Baru

BANDA ACEH - Pengurus Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil)...

Pererat Silaturahmi, Permasa Kepri Gelar Turnamen Mini Soccer

Demi menjaga ukhuwah dan tali silaturrahim, Perkumpulan Masyarakat Aceh (Permasa) Kepulauan Riau menggelar turnamen...

Dirut PT Bina Usaha Diangkat Kembali Sampai 2027, Begini Reaksi Ketua Komisi III DPRK

LHOKSUKON – Diduga secara diam-diam Bupati Aceh Utara periode 2017-2022, Muhammad Thaib, menjelang berakhir...

Mahakarya Raspadori Seret Inggris ke Degradasi

Oleh Yulia Erni* Malang benar nasib Inggris dalam pertarungan ke-5 di Liga A Grup 3...

Peduli Pendidikan, Relawan HMI Mengajar di SMA Pedalaman Aceh Utara

LHOKSUKON - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara telah melaksanakan kegiatan pengabdian "HMI...

Rekanan Sebut Rehabilitasi Bendung Irigasi Krueng Pase Baru 35 Persen

ACEH UTARA - Progres proyek rehabilitasi Bendung Irigasi Krueng Pase di Gampong Pulo Blang,...

Putra Aceh Pimpin Immapsi, Pelantikan di Universitas Negeri Malang

MALANG - Putra Aceh, Athailah Askandari, terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan/Administrasi...

Pegiat Sejarah Minta Situs Makam Ulama Kesultanan Aceh Darussalam di Lamdingin Tetap Dilindungi Pada Posisinya

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mengadakan acara rapat yang...

Ratusan Pendaftar Calon Panwascam di Aceh Utara

ACEH UTARA - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara menyebutkan pendaftar calon pengawas pemilu...

Pemerintah Aceh Fasilitasi Pemulangan Dua Pemuda

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) membantu memfasilitasi pemulangan dua pemuda Aceh dari...

39 Warga Lhokseumawe Terjangkit DBD, Begini Antisipasinya

LHOKSEUMAWE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe mencatat sebanyak 39 warga di daerah ini...

HMI dan Dinkes Buka Pelayanan Kesehatan Gratis di Pedalaman Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara melaksanakan kegiatan pengabdian yang...

Kadis DLH: Sampah di Lhokseumawe 108 Ribu Kg Per Hari, Butuh Depo untuk Pengolahan

LHOKSEUMAWE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe mencatat produksi sampah di daerah ini...

AHM Luncurkan Supersport New CBR250RR Berkarakter Big Bike

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan New CBR250RR dengan mengadopsi karakter motor...