Sabarlah, walau terasa berat dan seakan terpaksa. Sebab ganjaran sabar berlipat dan bahkan tak terkira. Tidak hanya bersabar saat sempit (seperti sekarang) tapi bersabar di saat lapang. Bersabar saat kesenangan di ujung jari.

Keutamaan sabar berpangkal dari kekuatan melaksanakan kewajiban. Atau bertahan menggenggam keyakinan seperti menggenggam bara api hingga tangan terbakar, dan itu  hanya sebagian kecil tubuh kita. Bersabarlah…

Bersabarlah, mendidik anak anak kita akan kecintaan rasul Muhammad SAW dan Alquran. Bersabarlah, membimbing istri untuk taat dan memenuhi kewajiban serta menjaga dirinya. Bersabarlah untuk saling berwasiat dan menyadarkan dalam kebenaran.

Bersabarlah, dari cemoohan orang orang yang mencemooh saat kita menunaikan kewajiban kita.

Bersabarlah dengan doa kita, saat harta dan jiwa/tenaga kita tak bisa membantu saudara kita yang tertindas di belahan dunia sana.

Bersabarlah, sebab sabar itu cahaya.
Bersabarlah, saat ketakutan merebak.
Bersabarlah, saat kepongahan manusia memuncak. Bersabarlah, saat semua jalan seperti tertutup, sebab jalan tak terduga sedang Disiapkan,
atau dengan sabar itu jiwa dan raga kita tersucikan. Bersabarlah, sebab ia separuh kekuatan![]

Taufik Sentana
Peminat sastra sufistik