SUBULUSSALAM – Saidul Sahputra keluar sebagai juara pertama desain motif khas daerah Kota Subulussalam dalam sayembara yang digelar Majelis Adat Aceh (MAA) bekerja sama dengan Dekranasda Kota Subulussalam.
Pengumuman pemenang terbaik satu hingga sepuluh itu disampaikan dalam kegiatan seminar desain motif daerah Kota Subulussalam berlangsung di Hotel Hermes One, Penanggalan, Senin, 14 Desember 2020.
Dalam sayembara desain motif khas daerah entik Singkil yang digelar MAA Kota Subulussalam tersebut, Saidul Sahputra mengikutsertakan karyanya terbaiknya tentang desain motif khas daerah berjudul “Pepinangan Khaja Sintekhem” memperoleh nilai tertinggi 881,3.

[Hasil desain milik Saidul Saputra yang meraih juara pertama]
Juara kedua disusul Irwan Faisal, S.H., dengan judul “Motif Suku Singkil-Subulussalqm” memperoleh nilai 866,3. Disusul M. Andika Yuda Harahap menempati posisi ketiga dengan jumlah poin 862,3 lewat karyanya diberi judul “Batik Sada Kata 1.0”.
Adapun terbaik 4-10 dalam sayembara desain motif khas daerah Kota Subulussalam sebagai berikut:
4. Fitra Pohan judul motif “Enggang Mahligai Sukhaya” jumlah poin 861,6
5. Indra Nasution, S. Pd. I “Tekhawang Singkil Mendunia” jumlah poin 859,6
6. M. Riski Lubis “Motif Batik” jumlah poin 855,4
7. Irwan Lingga “Peradaban Kerajaan si Enambelas di Tanoh Singkil” jumlah poin 8,29,5
8. Juprianto “Motif Mebello” jumlah poin 820,8
9. Elvi BR Silitonga “Batik Tellu Khupa” jumlah poin 820,5
10. Muksin “Interior/Eksterior/Sinergis Subulussalam” jumlah poin 811,6.

[10 peserta terbaik pemenang sayembara desain motif khas daerah Kota Subulussalam]
Kegiatan seminar desain motif khas daerah ini dibuka langsung Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., dihadiri Ketua DPRK Ade Fadly Pranata dan sejumlah pejabat dari unsur Muspida. Turut hadir, Ketua Dekranasda Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap beserta jajarannya.
Affan Alfian Bintang mengatakan Kota Subulussalam mekar dari Aceh Singkil, maka budaya dan motif khas daerah yang dilahirkan di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini tentu tidak jauh beda dengan induknya, mayoritas Suku Singkil.
Melalui seminar ini akan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Subulussalam terkait desain motif daerah yang akan digunakan seluruh masyarakat di Kota Subulussalam sebagai identitas daerah.[]







