Karya: Taufik Sentana
Penyuka prosa religi&tema-tema eksistensial
Daun daun kering itu seperti kita
Dalam Titah semesta
Bertasbih dan memuja
Hingga batas tiba.
Daun daun kering itu
Menampilkan sifat kosmos kita:
Melebar, menjuntai, menepi
Menghijau, menginspirasi
Lalu layu dan kering.
Daun daun kering
Tetap tunduk pada
Titah semula
Dan merasuk dalam
kebiusan ekosistem tanah.
Keriuhan dan keperkasaan
Telah menjadi kisah kemarin
Dengan lembaran tersendiri.
Kini menyusun sepi sepi
Kini merangkai sunyi sunyi
Kini menyulam rindu baru
Daun daun kering
Mungkin akan diabaikan,
Hilang dalam kelam.
Selebihnya lestari dalam
Wujud baru hiasan dan purna rupa
Atau ianya menjadi sekadar asap
Yang menjulang tinggi
Lalu sirna dari mata siapapun
Daun daun kering menuntaskan
Khidmatnya sendiri
Pada siklus Titah semesta
Dalam ruang puji dan puja:
“Tiada Ciptaan-Mu yang sia sia”
Bagi yang berfikir dan mencerna.[]



