BIREUEN – Sampah rumah tangga terlihat menggunung di jalan utama Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong (Cureh), Sabtu, 22 Mei 2020. Hingga Jumat malam tadi pukul 23 30 WIB belum dibersihkan.

Pantauan portalsatu.com di lokasi sebelah selatan kompleks pasar induk terlihat menutupi separuh ruas jalan sehingga mengganggu pelintas. Sampah yang dominan berbungkus plastik kresek itu mulai berbau.

Azhar, tokoh masyarakat Desa Geulanggang Gampong mengatakan sampah itu sudah menumpuk sejak seminggu lalu. Sampah yang semakin menggunung itu sepertinya dibiarkan dinas terkait.

“Jika melihat sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut, sepertinya pejabat dinas terkait tidak respek terhadap kondisi sampah yang mengganggu masyarakat, terlebih menjelang lebaran,” kata Azhar.

Azhar mengatakan kapasitas sampah diperkirakan sudah mencapai sepuluh kontainer lebih di lokasi. Jika tidak segera dibersihkan dikhawatirkan akan menimbulkan bau dalam jangkauan luas.

“Banyak warga yang sudah melapor kepada saya untuk bantu hubungi pejabat dinas terkait. Tetapi pejabatnya belum terhubung, kalau tidak diangkut sebaiknya kontainer di lokasi dipindahkan,” katanya.

Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bireuen Murdani melalui WhatsApp mengakui benar adanya sampah dalam jumlah banyak. Dia mengatakan fasilitas kurang dan harus kerja ekstra,.

“Kalau kita dahulukan di situ akan tinggal sampah yang sudah terdata termasuk di kota, toko-toko dan dan kantor bahkan gampong yang memang membayar retribusi yang wajib kita angkut,” jelasnya.

Ia berharap ada tambahan armada dan kontainer tahun ini sehingga lebih maksimal. Kata dia, dinas bukan menutup mata. Tetap ditangani tetapi harus dijadwal khusus dari pukul 05.00 WIB supaya terangkut. 

“Semoga setelah bulan Ramadan pedagang musiman dan warga tidak lagi membuang sampah di sana dan situasi dapat kembali normal. Seminggu lalu sudah kita bersihkan tetapi sekarang sudah banyak lagi,” katanya.[]