Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaSantri adalah Calon...

Santri adalah Calon Ulama Masa Depan Aceh

BIREUEN – Wakil Gubernur Acerh, H Muzakir Manaf, menegaskan, bahwa para santri menuntut ilmu agama di Yayasan Pendidikan Islam, Dayah Tauthiatut Thullab, Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, adalah calon ulama masa depan Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mualem itu saat memberikan sambutan pada acara HAUL ke-44 Dayah Tauthiatut Thullab serta silaturrahmi dengan para alumni, di dayah yang dipimpin oleh Abon Sofyan Arongan.

“Saya mewakili pemerintah dan pribadi berharap akan ada 1.200 pengganti Abon Sofyan di masa depan. Adik-adik sekalian adalah pewaris dan penerus berbagai ilmu yang telah diberikan Abon untuk diteruskan ke generasi mendatang,” ujar Wagub.

Mualem juga berpesan agar segala ilmu yang telah diberikan oleh para pengajar di dayah tersebut dapat diteruskan, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab para santri.

“Tanpa orang yang mengawal risalah Islam seperti yang telah disampaikan oleh para ulama terdahulu termasuk Abon Sofyan, maka akan gelaplah seluruh dunia, gelaplah Aceh yang kita cintai ini.”

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga berpesan agar para santri dapat mengambil suri tauladan seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Menurut Wagub, contoh perilaku hidup manusia termulia itu dapat digali dan dipelajari dalam hadits-hadits yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah.

“Sudah saatnya kita menjadikan Nabi Muhammad sebagai suri tauladan dan contoh dalam menjalani kehidupan di dunia ini.”

Dalam sambutannya, Wagub juga menyatakan diri akan maju kembali pada Pemilihan Umum Kepala Daerah untuk periode2017-2022. Jika dirinya mendapat amanah sebagai gubernur, Mualem berjanji akan mendorong sejumlah program dan perubahan-perubahan untuk dayah.

Mualem beranggapan, saat ini masih banyak program atau kegiatan yang belum menyentuh ke masyarakat, terutama dayah. Diantaranya karena sistem sumbangan pendidikan di dayah banyak yang sukarela, maka masih banyak pengajar di dayah yang menerima honor tidak sesuai dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Jika saya memimpin nanti, saya akan merumuskan sejumlah program dan kebijakan baru yang akan mengakomodir kebutuhan pengajar di dayah-dayah. Saya berjanji, Insya Allah, kedepannya kita akan memberikan tambahan insentif atau honor kepada para pengajar di dayah-dayah.”

Sebagai sebuah sarana pendidikan agama, Mualem beranggapan, sangat penting untuk memberikan perhatian lebih kepada dayah dan pesantren yang ada di Aceh.

“Bukan sekedar sarana pendidikan, dayah adalah benteng masyarakat dan generasi muda dari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas dan peredaran narkoba. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk terus mengembangkan dayah,” kata Mualem.

Untuk diketahui bersama Yayasan Pendidikan Islam, Tauthiatut Thullab terdiri atas beberapa lembaga pendidikan, diantaranya Dayah Tauthiatut Thullab Putra dan Putri, Panti Asuhan Dayah Tauthiatut Thullab, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Darajatul Ula dan Ikatan Alumni Dayah Arongan.[]

Baca juga: