SUBULUSSALAM – Indonesia merayakan secara nasional peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember. Momentum ini memiliki makna tersendiri bagi kalangan perempuan, dalam memaknai peringatan Hari Ibu.
Politikus Partai Golkar, anggota DPRA, Hj. Sartina. NA., S.E., M.Si., juga memaknai peringatan Hari Ibu ke-91 ini lewat pesan yang mendalam dan menyentuh hati saat menyapa kaum perempuan Aceh, khususnya Kota Subulussalam.
Pesan tersebut disampaikan Hj. Sartina, mantan Ketua TP PKK Kota Subulussalam dua periode dalam siaran persnya dikirim via WhatsApp kepada portalsatu.com, Sabtu, 21 Desember 2019, malam.
Berikut ungkapan Hj. Sartina, istri Merah Sakti, mantan Wali Kota Subulussalam dua periode dalam memaknai peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 dalam edisi menyapa kaum perempuan di Bumi Sada Kata:
Assalamualaikum wr wb
Mother, How Are You Today
Salam hangat dari saya Hj. Sartna. NA. Saya menyapa kaum perempuan di seluruh Indonesia khususnya Aceh dan teristimewa kaum perempuan di Bumi Syekh Hamzah Fansuri, Kota Subulussalam.
Tanggal 22 Desember menjadi agenda memperingati Hari ibu. Kaum perempuan yang selama ini sama-sama kita tahu, bahwa beban seberat apapun dia pikul namun tetap sabar menjalaninya.
Semenjak mengandung selama sembilan bulan sampai melahirkan seorang anak manusia, selalu dijalani dengan tabah dan tegar tanpa mengenal lelah.
Demikian juga setelah kita dilahirkan, diasuh dan lalu dididik dengan baik agar putra putrinya tumbuh dengan sehat, sehingga dapat mengikuti pendidikan yang sempurna, hanya itu yang menjadi kebanggaanya tak lebih dari itu.
Rassullah SAW bersabda:
Wahai golongan orang-orang Islam ingatlah bahwa barang siapa yang masih mempunyai ibu, akan tetapi dia tidak mampu berbakti kepadanya, maka dia pasti keluar dari dunia (mati) tanpa membawa imam, (kutipan kitab Riyadhus Shalihin).
Ada sebuah kisah di zaman Rasulullah SAW dimana terdapat salah seorang sahabat Nabi Muhammad bernama Al-Qomah. Ia adalah salah seorang sahabat yang paling rajin dan giat dalam beribadah. Al-Qomah tergolong salah seorang sahabat yang paling sering melaksanakan ibadah salat malam, berpuasa, bersedekah dan amalan lainnya.
Tetapi ada satu hal yang diabaikan Al-Qomah yaitu kurang berbakti kepada ibu kandungnya karena dipengaruhi oleh seorang istrinya.
Hingga pada suatu hari Al-Qomah jatuh sakit hingga menemui ajalnya. Tetapi ada yang janggal ketika ajal merengut nyawanya. Dia tidak dapat bisa mengucapkan kalimat thaiyyibah yang ditalqinkan oleh sahabat rasul.
Hingga Rasulullah SAW mengetahui tersebut, lalu meminta maaf kepada ibunya, setelah ibunya memberikan maaf kepada Al-Qomah, dia (Al-Qomah) pun meninggal secara tenang.
Oleh karena itu, marilah dalam momentum peringatan Hari Ibu ini, kita menghormati kedua orang tua kita, dan memuliakan orang yang sangat kita cintai dan kasihi.
Hj. Sartina menyampaikan permohonan maaf kepada kaum ibu yang ada di Bumi Syekh Hamzah Fansuri. Di mana selama menjabat Ketua PKK Subulussalam, dalam perayaan Hari Ibu yang pernah digelar, mungkin ada perasaan khusus kaum ibu yang tersakiti, saya mohon maaf.
Wanita memiliki banyak tugas, mulai dari mengurus anak, mengurus rumah tangga yang tak pernah habis-habisnya. Pesan saya, kepada kita semua, sehebat apapun kita seorang ibu jangan pernah sepelekan kaum bapak. Jangan merendahkan kaum suami, ayah kita dan anak laki-laki kita.
Akhirulkalam, saya ucapkan selamat kepada wanita yang ada di seluruh Indonesia, semoga diberi kebebasan untuk kesetaraan gender. Saya melangkah menuju kursi legislatif DPRA dan insya Allah saya akan membantu ibu-ibu yang ada di dapil saya meliputi empat kabupaten, Kota Subulussalam, Singkil, Abdya dan Aceh Selatan. Selamat Hari Ibu.[]







