Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsSatgas Tingkatkan Upaya...

Satgas Tingkatkan Upaya Ini Putuskan Penularan Covid-19 di Aceh

BANDA ACEH – Satgas Penanganan Covid-19 Aceh terus meningkatkan testing, tracing, dan treatment untuk memutuskan penularan virus corona, dengan mendeteksi kasus-kasus baru di tengah masyarakat. Masyarakat Aceh diharapkan mendukung langkah tersebut untuk menekan kasus baru, meningkatkan angka kesembuhan, dan berupaya menekan jumlah kasus meninggal dunia.

“Semakin cepat kasus Covid-19 terdeteksi akan kian rendah risiko sakit berat dan kematian. Pada sisi treatment, Satgas Covid-19 Aceh terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dan juga mendorong peningkatan pelayanan RSUD kabupaten/kota di seluruh Aceh,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), di Banda Aceh, Selasa, 24 Agustus 2021.

Strategi testing dan tracing itu akan lebih optimal apabila masyarakat khususnya warga yang merasa kontak erat kasus Covid-19 atau orang bergejala (suspek), proaktif memeriksakan dirinya dan tidak bersembunyi dari petugas kesehatan yang melakukan tracing ke tempat tinggalnya.

“Penanganan pandemi Covid-19 ini harus melalui kolaborasi yang sinergis antara Satgas Covid-19 dengan masyarakat seluruh gampong (desa) di Aceh,” kata SAG.

Setiap orang yang terkonfirmasi Covid-19 pasti memiliki sejumlah orang yang kontak erat dengannya. Kriteria kontak erat antara lain bertatap muka atau berdekatan dengan orang konfirmasi Covid-19 dalam radius satu meter selama 15 menit atau lebih.

Orang yang bersentuhan fisik langsung dengan pasien konfirmasi, seperti bersalaman atau berpegangan tangan, termasuk kontak erat yang perlu memeriksa diri ke Puskesmas terdekat. Petugas medis akan merekomendasikan tindakan selanjutnya seperti diswab atau karantina mandiri agar terputus penularan virus corona di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Sungguh mulia apabila pasien Covid-19 mau menganjurkan kontak eratnya untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatannya ke Puskesmas terdekat,” kata SAG.

Satgas Covid-19 Aceh juga mengimbau setiap komponen masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan. “Pandemi belum berakhir, dan kita semua harus menjalani kehidupan cara normal baru, yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir,” tutur SAG.

Selain itu, masyarakat harus mengurangi mobilitas atau bepergian, kecuali untuk keperluan sangat mendesak. Dengan membiasakan 5M itu secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masker harus dipakai dengan baik dan benar yakni menutupi hidung dan mulut. Masker bukan untuk disangkut pada dagu atau leher. Bukan pula sekadar menutupi mulut dengan masker.

SAG menyampaikan pasien penderita Covid-19 di Aceh yang dinyatakan sembuh bertambah lagi 337 orang dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, kasus harian Covid-19 juga bertambah 354 orang dalam kurun waktu yang sama. Sedangkan kasus meninggal dunia dilaporkan bertambah 12 orang.

Kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh telah mencapai 30.660 orang, hingga 24 Agustus 2021. Pasien Covid-19 yang sedang dirawat 6.267 orang. Para penyintas Covid-19, (yang sudah sembuh) 23.060 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif 1.333 orang.[](Irm)

Baca juga: