LHOKSUKON – Sebanyak 370 warga Gampong Alue Eumpok, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, diberikan vaksin difteri, Selasa, 19 Desember 2017. Selain vaksin, warga juga diberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi lengkap sejak dini untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk difteri. 

"Ada dua kasus suspek difteri di bawah Puskesmas Buket Hagu, satu di antaranya positif difteri di Gampong Alue Eumpok. Pasien yang masih usia remaja itu sudah kita rujuk ke RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh. Sekarang sudah pulang dan kondisinya mulai membaik," ujar Kepala Puskesmas Buket Hagu, dr. Asnani saat ditemui portalsatu.com/ disela-sela kegiatan yang berlangsung di musala gampong setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Machrozal, di lokasi yang sama menyebutkan, ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari difteri. Di antaranya, demam, nyeri kerongkongan akibat ada selaput putih keabu-abuan, suara serak, dan beberapa gejala lainnya.

“Dari 12 kasus suspek difteri yang ditemukan di Aceh Utara, hanya satu yang positif difteri dari Gampong Alue Eumpok ini. Sedangkan 11 lainnya negatif berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Surabaya. Difteri dapat menular cepat melalui batuk, bersin dan percikan ludah,” kata Machrozal.

Machrozal menyebutkan, ada beberapa hambatan di lapangan terkait pemberian imunisasi atau vaksin kepada masyarakat, termasuk terkait adanya isu vaksin palsu dan vaksin haram. 

“Di Aceh Utara khususnya tidak ada peredaran vaksin palsu. Isu vaksin haram juga menjadi problem, namun ini tidak begitu banyak karena bisa kita selesaikan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama untuk menjelaskan sudah ada fatwa MPU tentang imunisasi. Tidak lengkapnya imunisasi juga bisa mengakibatkan lumpuh layu dan ini tidak bisa disembuhkan. Sementara untuk difteri, jika cepat ditanggulangi masih bisa,” ujar Machrozal.

Ditambahkan, imunisasi penting untuk memperkuat daya tahan tubuh. Jika sakit, maka yang mendapat imunisasi lengkap sakitnya tidak berat. Namun apabila tidak diimunisasi lengkap, maka sakitnya bisa parah. Kata Machrozal, 35 gampong di bawah Puskesmas Buket Hagu akan divaksin secara bertahap untuk mencegah penyebaran difteri.

“Difteri termasuk kategori penyakit mematikan karena menyerang dan menyumbat pernapasan, bahkan otot jantung pun melemah. Vaksin difteri diberikan sesuai usia, mulai anak-anak hingga dewasa atau para orang tua. Kita imbau masyarakat untuk melakukan pencegahan secara dini dengan membawa anak imunisasi sesuai jadwal. Untuk deteksi dini, apabila anak demam yang disertai sakit kerongkongan, harap segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat. Jangan khawatir, pemberian vaksin ini gratis dan aman,” kata dr. Machrozal. []