BANDA ACEH – Biro Penerangan Satuan Gelora Irwandi (SGI) mengecam pelaku penembakan terhadap dua warga di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, Minggu, 5 Maret 2017 dinihari. Kedua warga itu dilaporkan ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK).
(Baca: OTK Bersenpi Tembak Dua Warga Aceh Timur)
Para pelaku penembakan terhadap warga tersebut sama sekali tak memiliki hati nurani. Mereka mengorbankan rakyat sipil yang tidak berdosa. Kami mengutuk tindakan tersebut, kata Fachrurrazi Bin Usman dari Biro Penerangan Satuan Gelora Irwandi kepada portalsatu.com, Minggu malam.
Fachrurrazi menilai kekerasan bersenjata yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab di Aceh Timur adalah upaya merusak perdamaian, persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh.
Menurutnya, kekerasan bersenjata di Aceh Timur diduga bermuatan politik, karena peristiwa ini terjadi setelah pilkada. Sepertinya mereka berkeinginan menggiring dan memancing beberapa orang ke ranah politik tertentu, ujarnya.
Pandangan kami, kekerasan ini sangat (berpotensi) mengganggu perdamaian di Aceh. Kami mengharapkan agar tidak ada lagi pertumpahan darah di Aceh, ini adalah kejadian yang terakhir kali. Kalau ada masyarakat yang diteror atau diintimidasi segera laporkan ke pihak yang berwajib, sehingga tidak terjadi lagi pertumpahan darah di Aceh, kata Fachrur.
(Baca juga: Humas Polda: Penembakan di Peunaron Murni Kriminal)
Fachrur mengimbau masyarakat agar tidak terpancing dengan aksi pelaku penembakan. Serahkan semuanya kepada pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum, semoga kasus ini bisa segera diungkap dan pelaku bisa ditangkap dengan cepat, ujarnya.[]



