SIGLI – Pembangunan jalan tol Banda Aceh – Sigli diperkirakan akan menggerus ribuan hektare sawah produktif di enam kota dalam Kabupaten Pidie.

Perkiraan sementara dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, pembangunan ruas tol di lintasan kabupaten ini akan berdampak menciutnya lahan produktif di Kecamatan, Padang Tiji, Mila, Delima,  Sakti,  Mutiara Timur dan Glumpang Tiga

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadistan) Pidie, Sofyan, kepada portalsatu.com/, Rabu, 5 Februari 2020, membenarkan adanya sawah produktif yang bakal terkena pembangunan jalan tol.

“Berdasarkan pertemuan kita dengan pelaksana pembangunan ruas tol beberapa waktu lalu, besar kemungkinan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) milik petani masuk dalam kawasan pembangunan,” ujar Sofyan.

Jika sesuai yang dijelaskan pelaksana, lanjut Sofyan, banyak sawah produktif, termasuk pola tanam 2 kali dalam setahun akan terciut. Kondisi itu tentunya akan berdampak berkurangnya sawah produktif yang lengkap irigasi.

Meski demikian, sesuai Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,  jelas mengatur persoalan ganti rugi alih fungsi lahan. Pasal 46, ayat 1, poin (a) Paling sedikit tiga kali luas lahan dalam hal yang dialihfungsikan lahan beririgasi. Poin (b) Paling sedikit 2 kali luas lahan dalam hal yang dialihfungsikan lahan reklasi rawa pasang surut dan non pasang surut (lebak). Poin (c) Paling sedikit satu kali luas lahan dalam hal yang dialihfungsikan lahan tidak berigasi (tadah hujan).

Namun, kata Sofyan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui jumlah lahan yang akan terkena dalam 6 kecamatan lintasan pembagunan tol. 

Disamping tergerusnya sawah, dampak pembangunan jalan tol juga akan mengganggu saluran irigasi sehingga berpotensi terjadi genangan air di sejumlah titik persawahan. 

Namun, kata Sofyan, hal ini disahuti pelaksana dengan cara akan membangun saluran pembuang di sepanjang tepian jalan dan membangun lintasan penyebrangan untuk mendukung aktivitas petani saat menggarap sawah hingga mengangkut hasil panen.[]