BANDA ACEH – Bocah Jekki Basri, 4,8 tahun, sempat merasakan susah bernafas. Dia terlihat gelisah dan gemetar menahan sakit yang dideritanya, Kamis, 28 Januari 2016.
Kondisi terakhir Jekki ini diceritakan oleh Ketua Children Cancer Care Community, Ratna Eliza, yang mendampingi proses pengobatan bocah tersebut di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin. “Tadi siang ia susah bernafas. Ada lendir yang tersumbat di selang yang dimasukkan ke leher Jekki. Dan orang tuannya meminta (selang), dilepaskan,” kata Ratna.
Ratna mengatakan mata Jekki saat itu mulai menguning dan dari mulut bocah tersebut mengeluarkan darah. Masih menurut keterangan Ratna, almarhum Jekki sebelumnya sudah sempat mengikuti kemoterapi satu kali, dari rencana delapan kali kemoterapi.
Seperti diketahui, Jekki Basri, bocah penderita tumor ganas asal Desa Lae Cikala, Kecamatan Suro Baru, Aceh Singkil, meninggal dunia Kamis, 28 Januari 2016 sekitar pukul 17.20 WIB tadi. Jenazahnya langsung diboyong ke kampung halaman menggunakan mobil ambulans nomor polisi BL 9213 AN sekitar pukul 18:45 WIB tadi.
Kedua orang tua Jekki sangat terpukul dengan kepergian putra keenamnya tersebut. Namun, Mariah, ibu almarhum mengaku ikhlas dengan kepergian Jekki. “Saya ikhlas,” kata Mariah sembari masuk ke dalam mobil.[](bna)


