Senin, Juni 24, 2024

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...
BerandaPolitikSekjend Demokrat: Anies...

Sekjend Demokrat: Anies Sudah Kantongi Satu Nama Cawapres

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH) menegaskan bahwa nama calon wakil presiden (cawapres) yang ada di kantong Anies Baswedan bukan gimmick politik.

“Satu nama sudah di kantong capres bukan gimmick, on progres,” tegas TRH dalam pernyataan tertulisnya diterima portalsatu.com, Rabu, 14 Juni 2023.

Riefky yang juga anggota Tim Delapan Anies Baswedan itu menyebut, Demokrat, PKS, dan NasDem sudah sepakat menyerahkan keputusan bakal cawapres kepada Anies Baswedan.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam kesepakatan di piagam koalisi perubahan.

“Tim 8 juga telah memberikan pertimbangan dan simulasi nama-nama cawapres kepada beliau, termasuk usulan momentum untuk diumumkannya,” ujar Riefky.

Sementara, NasDem sendiri mengaku akan tetap konsisten mengusung Anies Baswedan meskipun mantan Gubernur DKI Jakarta itu memilih AHY sebagai cawapres .

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni mengatakan, tak ada masalah jika Anies memilih AHY. Hal itu ia nilai wajar, apalagi AHY berasal dari partai besar, yakni Demokrat.

“Enggak ada masalah, sah sah aja. Enggak ada masalah. NasDem akan konsisten tetap. Bakal tetap dukung, apapun Anies katakan kita dukung,” kata Sahroni dalam Political Show di CNN Indonesia TV, Senin, 12 Juni 2023 malam.

Sahroni juga mengaku optimis Anies dan AHY akan menang di Pilpres 2024, paling tidak masuk ke putaran kedua pemungutan suara.

Sahroni menyadari elektabilitas Anies tidak setinggi dua kandidat capres lainnya, seperti capres dari PDIP Ganjar Pranowo dan capres NasDem Prabowo Subianto. Begitu pula elektabilitas AHY yang ia prediksi tidak banyak mendongkrak suara.

Namun, Sahroni berkaca pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Saat itu, Anies juga memiliki elektabilitas yang tidak tinggi, tetapi mampu memenangkan suara.

“Bisa menang (Anies-AHY). Itu kan survei gampang-gampang aja. Sekarang jelek, no problem. Anies dulu zaman Pilgub juga jelek, tapi in the end tetap menang,” ujarnya.(rilis)

Baca juga: