BLANGPIDIE – PAUD, TK dan SD Al Araf, Blangpidie, Aceh Barat Daya, menggelar acara Outbound and Family Day pada Sabtu dan Minggu, 7-8 Maret 2020. Acara tahunan yang mengintegrasikan pendidikan intra dan extra sekolah, serta pendidikan khusus berupa life skill ini adalah program khas sekolah-sekolah Al Araf.
“Kami sangat yakin bahwa setiap anak memiliki kecerdasan serta bakat sendiri. Adalah tugas sekolah untuk, bersama orangtua, memunculkan setiap bakat tersebut,” ujar Kepala Sekolah TK Al Araf, Dien Fitrianti, S..H.
Ditemui di Pasi Puteh, Blang Meurandeh, Alue Dama, lokasi outbound tahun ini, Dien menunjukkan deretan papan yang diatur membentuk sudut 45 derajat.
“Ini alat bantu game bertajuk Ninja Warrior. Tujuannya membentuk dan memperkuat otot-otot lengan dan kaki, serta melatih refleks dan keseimbangan,” tuturnya.
“Program kami ini juga melibatkan partisipasi orangtua. Kebijakan utama kami adalah kesepahaman serta kerja sama erat antara sekolah dan orangtua, untuk memaksimalkan hasil pendidikan karakter yang kami utamakan,” imbuhnya.
Di lokasi outbound juga tampak peralatan flying fox, yang dipasang pada sebatang pohon cemara udang. Ketinggian sekitar delapan meter, dirancang khusus untuk anak-anak TK dan SD.
“Ini wahana favorit anak-anak,” ucap Dien tersenyum. “Setiap tahun antrean anak-anak yang ingin naik selalu sangat panjang. Nah, untuk wahana ini kami selalu berkoordinasi dan melibatkan pihak SAR Abdya, guna menjamin keamanan wahana.”

Suasana outbound meriah dan penuh semangat. Para siswa serta orangtuanya tampak mengikuti setiap kegiatan dengan antusias. Para guru yang menjadi pamong di setiap wahana, tak henti menyemangati, di sela memberikan instruksi sesuai muatan edukasi masing-masing permainan.
“In syaa Allah kami akan selaku commit pada pendidikan berbasis karakter,” ujar kata Dien. “Apa yang diperlukan bangsa ini adalah karakter pemimpin yang kuat dan mandiri. Untuk Abdya, in syaa Allah telah lima tahun kami rintis dengan PAUD, TK dan SD Al Araf,” katanya lagi.
Seraya berjalan menyusuri rumput ke tepi lokasi outbound, kami melewati siswa-siswi yang sedang khusyuk mencoba memanah.
“Ya, kami mencoba mengintegrasikan sunah Nabi “ajarkan putra putrimu berkuda, berenang dan memanah” ke dalam pendidikan karakter di sekolah-sekolah kami,” kata Dien, menunjukkan beberapa kolam renang portabel yang tampak jelas sangat diminati anak-anak. “Ke depannya akan kami kembangkan lagi agar berenang dan memanah tidak hanya ada setahun sekali setiap outbound, tapi akan menjadi program ekstra kurikuler tetap.”

Dihubungi melalui aplikasi pesan WhatsApp, Sukri Adani, M.Pd., Kepala Sekolah SD Al Araf yang tengah menempuh pendidikan S3 di London, menjelaskan bahwa cara belajar yang menyenangkan adalah metode unggulan SD dipimpinnya.
“Untuk mengajarkan kosa kata bahasa asing misalnya, guru-guru kami menggunakan metode yang kami beri nama “surgery room“. Dengan metode bermain sambil belajar ini, anak-anak betah sekali belajar, dan bahkan banyak yang mengeluh bila sekolah libur,” tutur Sukri. “Inilah yang membedakan sekolah kami dengan sekolah lain. Di Al Araf, siswa yang berhasil adalah siswa yang bahagia, suka berada di sekolah dan senang mengikuti seluruh proses KBM.”
Di bawah sederet cemara udang, siswa-siswi SD yang duduk berhadapan, di antara mereka diletakkan bola-bola plastik. Guru pamong memberi instruksi dengan lagu yang harus diikuti siswa, kemudian di tengah lagu mendadak sang pamong menyerukan kata “ball!” Saat itulah bola-bola itu menjadi sasaran rebutan siswa siswi yang duduk berhadapan tadi. Yang berhasil mendapat bola adalah pemenangnya.
“Ini untuk belajar fokus dan mengikuti instruksi,” ujar Julia Hamid, key officer outbound untuk chapter SD Al Araf. “SD kami menerima siswa-siswi berkebutuhan khusus, misalnya yang memiliki gangguan konsentrasi, ADHD dsb. Latihan seperti ini akan membantu mereka untuk lebih berkonsentrasi. Sedangkan bagi siswa non-ABK, latihan ini meningkatkan performa belajar mereka.”
PAUD Al Araf berlokasi di Jalan Irian No 47, TK Al Araf menempati dua lokasi, di Jl. Irian dan di Jl Pemancar TVRI. Sedangkan SD Al Araf menempati gedung dua lantai di Kompleks Masjid Baitul 'Ali, Kutatinggi. Sekolah berbasis pendidikan karakter dan akhlak ini adalah sekolah-sekolah bilingual pertama di Kabupaten Aceh Barat Daya. Berdiri sejak 2014, jumlah siswa yang setiap tahun meningkat menunjukkan animo masyarakat Abdya yang tinggi terhadap pendidikan berkualitas.[]
Penulis: Dian Guci








