BEIJING – Bagi Liu Jiankang, bersekolah di sekolah dasar Akademi Keguruan Taohuagou, layaknya menjalani les privat.
Bagaimana tidak, Liu Jiankang adalah satu-satunya murid di sekolah yang berdiri di kawasan pedesaan provinsi Hubei, China ini.
Sekolah ini dulunya sangat ramai karena memiliki 300 murid dan sekitar 30 orang guru. Kini, guru yang tersisa di sekolah itu hanya, Liu Zhaoming.
Kini sekolah tersebut praktis hanya digunakan oleh Liu Zhaoming dan satu-satunya murid, Liu Jiankang.
Zhaoming menjelaskan, anak-anak di desa itu satu persatu dibawa orangtua mereka yang bekerja di kota besar untuk peruntungan yang lebih baik.
Semua anak pergi dan hanya tersisa Liu Jiankang. Itupun karena kedua orangtua Liu Jiankang terpaksa memulangkan bocah itu ke desa setelah liburan festival musim semi.
Kondisi yang dialami Liu Jiankang dan gurunya, Liu Zhaoming ini merupakan contoh masalah yang diciptakan urbanisasi di China.
Sebagian warga desa memilih pergi ke kota untuk mencari penghasilan lebih baik. Namun, banyak anak-anak yang tak beruntung ditinggalkan, mereka tumbuh tanpa orangtua atau dalam kasus Liu Jiankang, tanpa teman sekolah.[] Sumber: kompas.com

