Transnational Islam and Challenges of Being the Ummah (Islam Transnasional dan Tantangan Sebagai Muslim Ummah) adalah tema yang diangkat oleh institusi akademia terkemuka di Turki, ILEM scientific Studies Association pada sekolah musim panas tahun ini.
Bekerjasama dengan beberapa institusi krusial lainnya, Sekolah Musim Panas ini diselenggarakan dari tanggal 29 July hingga 4 Agustus di Uskudar, salah satu kota di pesisir Bosphorus Istanbul.
Sekitar 40 participan dari 17 negara didunia menghadiri kegiatan ini. Diantaranya adalah Indonesia, Malaysia, Amerika Selatan, Amerika, Canada, German, Poland, Palestina, Tehran, Kashmir, Bengal Barat, India, Bosnia, Switszerland, Belgia, Kazakhistan, dan Afrika. Dalam jangka waktu satu minggu kegiatan sekolah ini terbilang padat.
Tidak hanya terdapat kelas yang diasuh langsung oleh pemikir-pemikir pioneer dunia Muslim seperti Cemil Aydin, Ovamir Anjum, Abdullah al Ahsan, Julianne Hammer, dan Ismail Yaylaci, tetapi juga dibarengi dengan diskusi interaktif yang dimoderatori oleh berbagai akademisi-akademisi kawakan.
Setiap partisipan pun berbagi kajian ilmiahnya seputar tema ini dalam bentuk presentasi individual berbahasa Inggris. Presentasi-presentasi tersebut ditanggapi riuh rendah oleh para partisipan lainnya yang antusias mengkonteskan pengetahuan yang ada dibenak masing-masing.
Selim Argun, Direktur Jendral Hubungan Luar Negeri dan Wakil Presiden untuk Urusan Keagamaan di Turki, dalam pidato pembukaan sekolah ini mengatakan bahwa, “Konceptualisasi dan karya karya literature terkait tema adalah dua tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini.
Diharapkan ini menjadi jembatan untuk mendiseminasi narasi-narasi kesadaran seputar ikatan ummah dan tantangannya hingga pada akhirnya dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Muslim di dunia”.[]
Laporan: Nia Deliana, Istanbul, Turki.



