SUBULUSSALAM – Pembangunan proyek drainase di Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan tepatnya Kampung Subulusslam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mulai tampak retak. Padahal, baru selesai dikerjakan sekitar dua Minggu lalu.
Pantauan portalsatu.com/, Rabu, 12 Desember 2018, kerusakan bangunan drainase ditaksir sekitar 20 meter itu berada sebelah kiri dari arah menuju Penanggalan.
Berdasarkan data dihimpun, keretakan drainase tidak hanya terjadi di bagian atas tapi juga di dinding. Untuk menutupi hal itu langsung ditutup dengan menempelkan semen oleh pekerja di lapangan.
“Hasil pantauan kami ketebalan dinding drainase terlihat tidak sama, lebih tipis di bawah, dan di atas tampak tebal sehingga tidak seimbang,” kata Edi Sahputra, Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam.
“Saat dicor hanya dalam hitungan sehari papan mal langsung dibuka dan drainase dalam kondisi dipenuhi air, sehingga potensi kekuatan dinding tersebut mulai keropos sehingga mereka tempel dengan semen,” ungkap Edi Sahputra setelah menyaksikan drainase yang sudah mulai retak.
Ia menilai kerusakan ini juga disebabkan lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait, yang tidak aktif melakukan pengawasan terhadap pekerjaan oleh pihak rekanan dalam penyelesaian proyek Otsus 2018 mencapai Rp12 miliar.
“Ini akhir tahun, deadline masa kerja sudah dekat, kerja cepat tentu berpotensi asal-asalan dan pasti kualitasnya tidak baik,” ujar Edi Sahputra.
Menanggapi hal itu, pihak rekanan bagian lapangan, Rehan, mengatakan kerusakan itu disebabkan air masuk dari samping sehingga drainase di bagian atas menjadi retak.
“Itu saya rasa akibat air masuk di balik dinding saluran, makanya retak. Kalau itu sudah kita tutup, otomatis air masuk ke dalam saluran. Saya sudah suruh anggota untuk menutupi itu,” kata Rehan yang mengaku saat ini sedang berada di Banda Aceh.
Terkait masa kerja yang akan segera berakhir di pengujung bulan ini, Rehan optimis pengerjaan proyek drainase akan selesai tepat waktu. Proyek ini dimulai dari SPBU Simpang Kiri sampai ke Jalan Pertemuan, dilanjutkan dari pagar Kantor PA sampai bundaran Tugu Bank Aceh dan arah Kecamatan Penanggalan.
“Kita pengerjaannya spot-spot, dari galon Oyon sampai batas jalan Pertemuan. Sebelah kanan dari pagar Kantor PA sampai bundaran, habis itu ke sana arah Penanggalan, kita upayakan biar selesai semua,” ungkapnya.[]




