Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaSeluruh CRU di...

Seluruh CRU di Aceh Bikin Kesepakatan SOP Tangani Konflik Satwa

BANDA ACEH – Team Leader CRU (Conservation Response Unit) seluruh Aceh berkumpul di Hotel The Pade, Banda Aceh dan di CRU Sampoiniet Aceh Jaya, sejak  21-23 Juli 2017 untuk menyesuaikan SOP CRU di seluruh Aceh.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA) Sapto Aji Prabowo mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk menyusun penyesuaian SOP (Standart Operational Procedure) unit-unit CRU yang telah terbangun di Provinsi Aceh.

“CRU yang merupakan salah satu solusi dalam penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi di Aceh, diharapkan dapat menjadi embrio dari unit pengelolaan kawasan perlindungan gajah,” katanya kepada portalsatu.com, Minggu, 23 Juli 2017.

Ia menambahkan, peran berbagai pihak harus bersinergi untuk tercapainya manfaat CRU bagi masyarakat di sekitarnya, juga menjadi pembahasan penting dalam pertemuan ini.

“Saat ini ada tujuh unit CRU yang telah dibangun di Provinsi Aceh, yaitu CRU Sampoiniet di Aceh Jaya, CRU Alue Kuyun di Aceh Barat, CRU Trumon di Aceh Selatan, CRU Manee di Pidie, CRU Das Peusangan di Bener Meriah, CRU Cot Girek di Aceh Utara, dan CRU Seba Jadi di Aceh Timur,” jelasnya.

Menurutnya, SOP CRU ini sangat penting agar pengelolaan CRU termasuk alur koordinasi dan komando dalam merespons dan memitigasi konflik gajah di lapangan dan dapat berjalan lebih baik lagi ke depan.

“Dengan adanya SOP CRU, para leader dan mahout di CRU mempunyai acuan dan standar dalam melaksanakan setiap kegiatan,” kata Sapto.

Acara yang digagas oleh BKSDA sebagai induk dari unit CRU ini terselengara atas dukungan dari Sampoiniet Astra, Trumon Usaid Lestari (sebelumnya YLI), PT Tunggal Perkasa Plantations (Astra Agro Lestari) yang saat ini juga menjadi supporting pendanaan pada CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya.

“Bentuk supportingnya adalah pakan gajah, honor leader CRU dan asisten mahout, sama logistik,” sebutnya.

Ia menambahkan, acara tersebut diikuti semua leader CRU dan perwakilan mahout, perwakilan BKSDA, perwakilan Dinas LHK dan perwakilan PT Tunggal Perkasa Plantation (Astra Agro Lestari Grup).

“Dalam acara ini, narasumber yang dihadirkan adalah praktisi konservasi gajah Drs. Andi Basrul, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Aceh Jaya Ir. Syaiful, Kepala BKSDA Aceh, Kepala BKSDA Sumatera Selatan Genman Hasibuan, praktisi konservasi gajah drh. Wahdi Azmi, serta Head of Sustainability PT Astra Agro Lestari Dr. Bandung Sahari,” katanya.[] (*sar)

Laporan Taufan Mustafa

Baca juga: