JANTHO – Seekor gajah liar betina yang sempat ditangani secara medis akibat luka berat akhirnya ditemukan mati. Hal ini baru diketahui saat tim dokter bersama mahot (pawang gajah) dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree hendak memeriksa ulang luka po meurah ini, Kamis, 17 Agustus 2017, sekitar pukul 12.00 WIB tadi.

“Tim dokter dan mahot dari pusat latihan gajah PLG Saree yang akan melakukan pengobatan lanjutan, menemukan gajah liar tersebut telah mati saat tiba di lokasi pukul 12.00 tadi,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo.

Dia menduga kematian gajah betina ini disebabkan infeksi parah di perut dan punggunggnya. Sebelumnya, sudah dua hari gajah liar ini mendapat perawatan dari tim dokter Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah. Di tubuh gajah ini terdapat lubang menganga yang diduga bekas terjangan peluru. Saat diperiksa, luka tersebut sudah bernanah dan mengeluarkan belatung.

Sapto sebelumnya mengatakan gajah liar ini ditemukan terluka di kawasan Lamtamot, Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Kondisi medan sempat membuat para tim medis kesulitan mengobati gajah ini, Rabu, 16 Agustus 2017. Akhirnya gajah terluka tersebut digiring menggunakan jasa dua ekor gajah jinak, dan rencananya akan diikat di lokasi yang mudah dijangkau.

Akhirnya tim BKSDA bersama tim dokter FKH Unsyiah melepas gajah ini karena sudah kesulitan bergerak. Namun sebelumnya, tim dokter sempat memeriksa kondisi luka di tubuh gajah tersebut. “Mengingat kondisi gajah yang sangat lemas, akhirnya dilepaskan sementara, karena kalau dipaksakan berakibat semakin memperparah kondisi gajah,” kata Sapto kepada wartawan di lokasi penemuan gajah, Rabu, 16 Agustus 2017.

Sementara itu, tim medis dari FKH Unsyiah, Arman Sayuti, menduga gajah ini sudah terluka sejak sebulan lalu. “Kalau penyebabnya saya tidak terlalu paham, yang bagian bawah terkena benda tajam, yang bagian atas, katanya bekas tertembak. Kita tidak bisa menemukan proyektil pelurunya,” katanya.

Semula tim mengharapkan gajah betina tersebut dapat sembuh agar bisa dilepasliarkan kembali. Apalagi di kawasan ini terdapat empat ekor gajah liar lain. 

M. Nasir, salah satu warga setempat mengatakan, gajah-gajah di kawasan ini tidak pernah mengganggu perkebunan warga. Namun karena gajah betina ini terluka maka mulai masuk ke kebun pisang sejak musim kemarau melanda Aceh Besar sebulan lalu. 

Warga setempat sempat menghalau gajah ini agar kembali ke hutan. Tetapi kawanan gajah ini kembali ke kebun warga. Hingga akhirnya diketahui bahwa seekor gajah betina itu terluka.

Tim yang kembali siang tadi berencana hendak mengotopsi luka gajah ini. Namun, rencana itu gagal karena gajah betina tersebut mati.[]

Laporan: Taufan Mustafa