BLANGKEJEREN – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan sensus penduduk di seluruh Indonesia. Pendataan sepuluh tahun sekali ini merupakan sensus ketujuh sejak pertama dilakukan pada tahun 1961 silam. Karena itu, masyarakat diharapkan memberi keterangan dan data yang benar.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gayo Lues, H Said Sani, Selasa, 11 Februari 2020 saat membuka acara sensus penduduk 2020 di Oprom, Sekdakab Gayo Lues. Katanya, data hasil sensus penduduk sangat penting untuk menghindari munculnya persoalan administrasi kependudukan, karena data hasil sensus juga akan digunakan untuk kepentingan demokrasi (Pemilu) dan bantuan sosial.
“Saat Pemilu lalu itu ada data penduduk yang ganja, ada juga yang tidak terdata, untuk menghindari hal itu terulang, maka masyarakat harus memberikan informasi dan data yang benar,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Gayo Lues, Sardi mengatakan, sensus penduduk tahun 2020 akan dijadikan sebagai data satu pintu berbasis online di seluruh Indonesia, dan data ini juga akan menjadi indikator perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) nantinya.
“Untuk sensus penduduk onlien, BPS akan memulai tanggal 15 Februari 2020, dan bagi yang belum masuk akan dilakukan sensus berbasis wawancara dari pintu ke pintu. Masyarakat sangat diharapkan memberikan data yang akurat saat petugas memulai sensus penduduk nantinya,” ujarnya.[Win Porang]


