Oleh: Syukri Isa Bluka Teubai

Bulan yang penuh berkah ini, tiada terasa sekarang kita sudah dipertengahannya. Dan beberapa hari lagi ia akan meninggalkan kita. Da jikalau ada umur panjang, tahun di hadapanlah baru akan bisa berjumpa lagi dengannya yang begitu mulia. Yangmana dari segala perbuatan (positif) apa sahaja yang dilakukan, pasti akan mendapatkan fahala yang berganda.

Beribu-ribu nikmat dan anugerah diberi oleh Tuhan secara percuma, hanya di bulan ini. Satu ayat dari Al-Qur’an sahaja yang kita baca, akan dibalas dengan sepuluh ganjaran yang tiada bandingannya. Apalagi sempat untuk membacanya sampai khataman (tiga puluh juz Al-Qur’an).

Maka dariitu berbedalah akan ia (Bulan Ramadhan), berbeda daripada sebelas dari bulan-bulan lainnya dalam setahun. Orang-orang yang masih dibuka hatinya, memahami agama dan mampu dari segi ekonomi. Akanpada bulan yang penuh dengan berkah ini, senantiasa selalu, setiap sa’at berbuat akan kebaikan di dalamnya.

Hari Sabtu, tanggal 18 Juni 2016. Tepatnya di hari puasa yang ke tiga belas. Adalah sebuah acara musyawarah dan buka puasa bersama yang digagas oleh Dewan Kesenian Aceh Besar (DKA B Aceh Besar), yang bertempat di hotel The Pade Lampeunerut.

“Acara ini tidak mudah untuk bisa dilaksanakan, oleh kerana semua kita-kita ini sibuk dengan perkejaan masing-masing,” ungkap ketua Dewan Kesenian Aceh Besar tersebut di awal-awal acara itu.

Pria berpeci hitam itu juga menuturkan, di acara tersebut. Ada juga acara santunan anak yatim. “Pada sore hari ini, kita juga turut menyantuni anak yatim,” Ucapnya.

“Kita juga sengaja memilih tempat mewah ini, agar para seniman dan anak yatim jangan selalu berada di kaki lima, sesekali waktu. Kan, bukan masalah kita berada di sini,” kata pria yang bernama Burhanuddin tersebut.

Dan disambut riuh tepuk tangan beserta gelak-tawa daripada sekalian tamu yang hadir di sore hari tersebut. Yang hampir kesemuanya dari para anggota Dewan Kesenian Aceh Besar. Burhanuddin juga berkata, bahawa mereka para anak yatim juga sangat-sangat pantas untuk berada di tempat mewah, tidak hanya untuk pejabat sahaja.  

“Kita juga sengaja mengadakan acara di sini dan mengundang anak yatim, kerana bukan untuk para pejabat sahaja tempat ini berlaku,” katanya.

Ampon Man pun turut berbicara di kesempatannya tersebut, dalam sambutan itu ia memulai akanpada setiap kata-katanya dengan bahasa aceh. Kerana katanya, dan memang keadaan sekarang sudah menjadi bukti nyata di hadapan kita semua, bagi kita semua.

Adalah anak-anak, generasi muda aceh sekarang tidak mahu lagi berbicara dengan bahasa indatu. Makanya ia yang juga merupakan wakil ketua dari DKA B Aceh Besar tersebut memulai setiap perkatannya dengan bahasa aceh.

“Hari ini, kita. Dan mungkin termasuk masyarakat aceh pada umumnya, sangat-sangat menyayangkan akanpada keadaan generasi aceh sekarang. Mereka sudah malu berbicara dengan bahasa sendiri dan terlebih lagi, mereka sama sekali tidak bisa berbicara dengan bahasa aceh ini. Makanya saya sengaja berbicara menggunakan bahasa aceh.

Acara yang dioratori oleh seorang yang tiada asing lagi di TV Aceh tersebut dan umumnya masyarakat aceh, iaitu Media Hus. Juga turut serta dihadiri oleh orang nomor satu di Aceh Besar. Adun Mukhlis, sapaan akrab untuk sang bupati tersebut. Ia juga ikut serta memberi wejangan singkat pada acara di sore hari Sabtu itu.

“Anak yatim, adalah tanggung jawab kita semua. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, sungguh luar biasa bagi siapa saja yang sempat menyantuninya di bulan ini,” itulah sedikit kutipan dari sekian banyaknya kutipan dari wejangan Adun Mukhlis tersebut.

Begitu pula mantan bupati terdahulu prof. Bukhari dan ia selaku penceramah di acara sore hari itu. Juga ada puluhan tamu undangan lainnya, termasuk dari wartawan Aceh TV. Dan di sela-sela acara musyawarah sekaligus buka puasa bersama di hari itu, panitia turut serta mengajak para tamu untuk menonton sebuah film bergenre wisata.

Iaitu film Di Kaki Kota Jantho (DKKJ), yang diproduseri oleh Maimun Yulif dan disutradarai Thayeb Loh Angen.

Sebelum pembagian hadiah untuk anak yatim, Media Hus dan lima ureueng seumapa tampil di panggung, saling tulak kisah tentang acara tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dewan Kesenian Aceh Besar, Jufrizal, mengatakan pihaknya mejadwalkan acara Kemah Seni pada 13 Agustus 2016, dan membuat sebuah album lagu tentang wisata di Aceh Besar.[]       

*Syukri Isa Bluka Teubai, alumnus Sekolah Hamzah Fansuri.