Kucatatkan Dosaku
Kucatatkan dosaku di buku tidak kurincikan, bukan ingin kututup-tutupi, tapi Tuhan menutup aibku, harus kututup pula aibku dan aibmu.
Kucatatkan dosaku supaya aku ingat bahwa diriku bukan orang suci
Kucatatkan dosaku supaya bukan kalimat cinta saja yang kaubaca dariku.
Jika yang kusampaikan hanya pengabdianku kepada Tuhan, maka engkau akan menganggap diriku orang suci, yang maqamku lebih tinggi darimu, tidak mudah kaucapai. Pada nyatanya, aku adalah pendosa.
Pengabdianku terlambat, aku tidak sebaik yang kutuliskan. Engkau lebih baik dariku.
Kucatatkan dosaku di buku supaya aku ingat siapa diriku pada saat orang-orang memujiku. Sementara segala puji hanyalah milik-Nya.
Kucatatkan dosaku, sebelum kubaca catatan Raqib dan Atib di hari kebangkitan.
Kucatatkan dosaku, kupohonkan ampunan-Nya.
Banda Aceh, 5 Mei 2025 / 7 Zulkaidah 1446 H.
Thayeb Loh Angen (Muhammad Thaib bin Sulaiman).







