MEUREUDU – Sebanyak 230 penderita kusta di Dusun Baroh, Gampong Mee, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya akhirnya menerima bantuan sejak musibah gempa yang menerpa kawasan setempat Rabu, 7 Desember 2016 lalu. Bantuan tersebut berasal dari berbagai donatur yang difasilitasi Yayasan Geutanyoe.
Ketua Yayasan Geutanyoe, Zulfadli Kawom, mengatakan, mereka awalnya belum menerima bantuan apa pun sama sekali. Menurut pengakuan warga penderita kusta itu, kelambu saja baru dapat kemarin.
Setelah kami mengetahui informasi tersebut. Yayasan Geutanyoe memfasilitasi bantuan dari berbagai sumber kepada para penderita kusta itu, kata Zulfadli kepada portalsatu.com, Selasa, 13 Desember 2016.
Mengutip keterangan warga tersebut Zulfadli mengatakan, para penderita kusta merasa terkucilkan akibat penyakit yang mereka derita.
Kami disini berbeda dengan pengungsi lainya, karena kami penderita kusta, sebut Zulfadli mengutip komentar ketua posko penderita kusta, Kamaruddin, di lokasi pengungsian.
Mendengar komentar itu, Zulfadli Kawom langsung membantahnya. Kita ini semua sama, yang membedakan kita hanya amal ibadah di sisi Allah, ujar Zulfadli
Di sini khusus penderita kusta, kami beda, rumah kami rusak, anak-anak kami takut pulang ke rumah, kelambu saja baru semalam ada, sebut Kamaruddin lagi kepada Zulfadli.
Zulfadli menambahkan, sumbangan juga diserahkan ke beberapa titik pengungsian yang ada di pedalaman Trienggadeng, Pidie Jaya yang jarak tempuh memakan waktu 3 jam untuk menjelajahi ke beberapa gampông yang tidak tersentuh bantuan.
Selama ini masih banyak bantuan yang tak tersentuh disebabkan jarak tempuh yang menghambatnya, kata Zulfadli.[]

