27 C
Banda Aceh
Rabu, Oktober 27, 2021

Sepenggal Kisah di Bengkel Pandai Besi

Namanya Marzuki, ia sudah lama berprofesi sebagai pandai besi, dari tangannya lahir berbagai jenis senjata tajam. Pernah pula mengajari mahasiswa praktek. Ia berharap pemerintah membantu peralatan kerja.

Dua pria bercengkrama di teras rumah kayu. Yang lebih muda duduk di kursi panjang, yang lebih tua darinya duduk di tanah. Pria yang duduk di kursi itu usianya sekitar 40 tahun. Ia tak banyak bicara, hanya duduk menunggu pesanannya selesai.

Yang satu lagi namanya Marzuki, pemilik bengkel pandai besi di Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Bengkel pandai besi itu persis berada di sisi timur pinggir jalan kanal Krueng Aceh di lintasan Cot Iri – Lambaro.

“Ini datang jauh-jauh dari Montasik ke sini untuk mengasah parang dan arit,” kata Marzuki memperkenalkan pelanggannya. Pria yang diperkenalkan itu hanya tersenyum.

Marzuki berusia 49 tahun. Ia sudah lama menggeluti pekerjaan itu. Ayah dua anak ini mengaku setiap hari rata-rata hanya laku tiga sejata tajam buatannya, kadang-kadang parang, ada kalanya pisau, dan sebagainya. “Cukup untuk makan dan operasional lah. Paling dalam sebulan ada sisa Rp500 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :Kisah Kolonel Scheepen Tewas Dihamok Rincong Uleebalang Titue

Pria asal desa Lam Ujong, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar ini sangat bersyukur dengan pekerjaannya itu. Baginya lebih baik bekerja dengan keahlian sendiri dari pada bekerja pada orang lain. Yang penting baginya berusaha secara sunguh-sungguh, “meugrak jaroe meu’ek igoe.” katanya. Asal mau berusaha, ada yang bisa dimakan.

Marzuki menambahkan, soal kualitas, senjata tajam buatannya bisa diuji dengan barang luar. Pelanggannya datang dari berbagai daerah sekitar. Ia sudah lama menggeluti profesi tersebut. Keahlian menempa senjata tajam didapat secara turun termurun dari keluarganya.

Menaiknya, ternyata di bengkel pembuatan senjata tajam Marzuki itu, ia pernah menerima mahasiswa praktek dari Universitas Syiah Kuala (USK). Untuk bahan baku pembuatan senjata tajam, ia menggunakan besi pilihan, untuk menekan biaya, ia menggunakan besi per dan as mobil bekas.

Untuk tubueng pengikat senjata tajam dengan gagangnya, Marzuki menggunakan kuningan dari biji timbangan (aneuk ceng) yang dilebur dan dibentuk kembali sesuai kebutuhan. Kalau di luar sudah ada kuningan yang berbentuk pipa, sehinga bisa praktis saat dipakai untuk tubueng. “Kita di sini karena tidak ada terpaksa harus olah sendiri dengan berbagai cara,” kata Marzuki.

Marzuki sangat berharap bantuan pemerintah untuk pengadaan alat-alat kerja, agar kerja lebih praktis dan memangkas waktu pembuatan. “Jangan kasih uang, kalau bantuan uang banyak yang akan tercecer, lebih baik kasih alat, agar bisa bekerja maksimal dan bisa memperkejakan para pandai besi lainnya,” harapnya.

Baca Juga: Kisah Controler Belanda Tewas Dibacok Kelewang Remaja Aceh

Dulu Marzuki pernah mempekerjakan beberapa orang. Tapi setelah sepi pembeli, kini bekerja sendiri karena tidak sanggup menutup biaya operasional dan gaji karyawan. Makanya ia sekarang bekerja sendiri.

Ia mengungkapkan, sangat ingin memperkerjakan lagi kawan-kawan pandai besi lainnya di bengkelnya. Namun, untuk itu butuh biaya tambahan, seperti uang makan, uang rokoh dan kebutuhan operasional lainnya. “Sejak sepi pembali saya bekerja sendiri,” ungkapnya.

Meski demikian, ketika menerima banyak orderan, Marzuki tetap membagi pekerjaan kepada rekan-rekannya di bengkel pandai besi lainnya. Setiap pekerjaan yang dibagi itu ia memberi catatan penting tentang bentuk senjata tajam dan corak yang harus dibuat.

“Kita harus jaga kualitas, meski dibuat di bengkel lain, tapi khasnya kita tetap ada. Jadi orang tahu mana produk kita, mana yang bukan, jadi gak bisa ditiru. Kawan-kawan yang menerima orderan dari saya itu sudah sangat paham bagaimana kebutuha saya,” tegasnya.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON - Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian...

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut, Ini Nama-Namanya

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

PLN Aceh Pasang Meteran Listrik di Rumah Al-Walid MZ, ‘Meugreb Laju Hu’

LHOKSEUMAWE – Muhammad Al-Walid MZ (13), anak berprestasi di Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang...

Majelis Hakim Tunjuk Mediator Perkara Rekanan Gugat Dinas PUPR Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pengadilan Negeri Lhokseumawe menggelar sidang perkara gugatan Wakil Direktur III CV Muhillis...

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat