29.8 C
Banda Aceh
Senin, Agustus 8, 2022

Sepenggal Kisah di Bengkel Pandai Besi

Namanya Marzuki, ia sudah lama berprofesi sebagai pandai besi, dari tangannya lahir berbagai jenis senjata tajam. Pernah pula mengajari mahasiswa praktek. Ia berharap pemerintah membantu peralatan kerja.

Dua pria bercengkrama di teras rumah kayu. Yang lebih muda duduk di kursi panjang, yang lebih tua darinya duduk di tanah. Pria yang duduk di kursi itu usianya sekitar 40 tahun. Ia tak banyak bicara, hanya duduk menunggu pesanannya selesai.

Yang satu lagi namanya Marzuki, pemilik bengkel pandai besi di Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Bengkel pandai besi itu persis berada di sisi timur pinggir jalan kanal Krueng Aceh di lintasan Cot Iri – Lambaro.

“Ini datang jauh-jauh dari Montasik ke sini untuk mengasah parang dan arit,” kata Marzuki memperkenalkan pelanggannya. Pria yang diperkenalkan itu hanya tersenyum.

Marzuki berusia 49 tahun. Ia sudah lama menggeluti pekerjaan itu. Ayah dua anak ini mengaku setiap hari rata-rata hanya laku tiga sejata tajam buatannya, kadang-kadang parang, ada kalanya pisau, dan sebagainya. “Cukup untuk makan dan operasional lah. Paling dalam sebulan ada sisa Rp500 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :Kisah Kolonel Scheepen Tewas Dihamok Rincong Uleebalang Titue

Pria asal desa Lam Ujong, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar ini sangat bersyukur dengan pekerjaannya itu. Baginya lebih baik bekerja dengan keahlian sendiri dari pada bekerja pada orang lain. Yang penting baginya berusaha secara sunguh-sungguh, “meugrak jaroe meu’ek igoe.” katanya. Asal mau berusaha, ada yang bisa dimakan.

Marzuki menambahkan, soal kualitas, senjata tajam buatannya bisa diuji dengan barang luar. Pelanggannya datang dari berbagai daerah sekitar. Ia sudah lama menggeluti profesi tersebut. Keahlian menempa senjata tajam didapat secara turun termurun dari keluarganya.

Menaiknya, ternyata di bengkel pembuatan senjata tajam Marzuki itu, ia pernah menerima mahasiswa praktek dari Universitas Syiah Kuala (USK). Untuk bahan baku pembuatan senjata tajam, ia menggunakan besi pilihan, untuk menekan biaya, ia menggunakan besi per dan as mobil bekas.

Untuk tubueng pengikat senjata tajam dengan gagangnya, Marzuki menggunakan kuningan dari biji timbangan (aneuk ceng) yang dilebur dan dibentuk kembali sesuai kebutuhan. Kalau di luar sudah ada kuningan yang berbentuk pipa, sehinga bisa praktis saat dipakai untuk tubueng. “Kita di sini karena tidak ada terpaksa harus olah sendiri dengan berbagai cara,” kata Marzuki.

Marzuki sangat berharap bantuan pemerintah untuk pengadaan alat-alat kerja, agar kerja lebih praktis dan memangkas waktu pembuatan. “Jangan kasih uang, kalau bantuan uang banyak yang akan tercecer, lebih baik kasih alat, agar bisa bekerja maksimal dan bisa memperkejakan para pandai besi lainnya,” harapnya.

Baca Juga: Kisah Controler Belanda Tewas Dibacok Kelewang Remaja Aceh

Dulu Marzuki pernah mempekerjakan beberapa orang. Tapi setelah sepi pembeli, kini bekerja sendiri karena tidak sanggup menutup biaya operasional dan gaji karyawan. Makanya ia sekarang bekerja sendiri.

Ia mengungkapkan, sangat ingin memperkerjakan lagi kawan-kawan pandai besi lainnya di bengkelnya. Namun, untuk itu butuh biaya tambahan, seperti uang makan, uang rokoh dan kebutuhan operasional lainnya. “Sejak sepi pembali saya bekerja sendiri,” ungkapnya.

Meski demikian, ketika menerima banyak orderan, Marzuki tetap membagi pekerjaan kepada rekan-rekannya di bengkel pandai besi lainnya. Setiap pekerjaan yang dibagi itu ia memberi catatan penting tentang bentuk senjata tajam dan corak yang harus dibuat.

“Kita harus jaga kualitas, meski dibuat di bengkel lain, tapi khasnya kita tetap ada. Jadi orang tahu mana produk kita, mana yang bukan, jadi gak bisa ditiru. Kawan-kawan yang menerima orderan dari saya itu sudah sangat paham bagaimana kebutuha saya,” tegasnya.[]

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Rakernas Apeksi di Padang, Pj Wali Kota Lhokseumawe Usung ‘Kota Beriman dan Kreatif’

PADANG – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe Dr. Imran, MA.Cd., mengusung 'Kota Beriman dan Kreatif'...

Ini Sejumlah Langkah Presiden Joe Biden untuk Perangi Perubahan Iklim

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mengumumkan sejumlah langkah baru yang sederhana untuk memerangi perubahan...

Peringati HAN, Dinkes Aceh Sediakan Layanan Imunisasi Anak

BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh membuka gerai imunisasi bagi anak dalam peringatan Hari...

Ini Kata TA Khalid saat Bimtek Kelompok Tani Hutan Digelar BPDAS Krueng Aceh

LHOKSEUMAWE - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Krueng Aceh menggelar...

BPSDM Aceh: Tak Ada Program Beasiswa 2022, Kecuali Kerja Sama dengan Politeknik

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd.,...

HMI Pertanyakan Beasiswa Aceh 2022

BANDA ACEH - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh mempertanyakan kejelasan program...

Di Kala TNI Bantu Selamatkan Batu Nisan Aceh

Oleh: Thayeb Loh Angen Pujangga asal Sumatra Aceh Pada pagi cerah itu, puluhan orang berseragam tentara,...

Pentagon Tunjuk Patrick Ryder Jadi Juru Bicara Baru

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin telah menunjuk seorang Brigadir Jenderal Angkatan Udara sebagai...

Ini Kata Haizir Sulaiman Tentang Kado HUT ke-49 Bank Aceh

BANDA ACEH - Bank Aceh berhasil menjadi bank yang terbaik di kelasnya atau menduduki...

HUT Ke-49: Bank Aceh Gagasan Besar Bagi Perbankan Syariah di Tanah Air

BANDA ACEH - Dalam perjalannya selama 49 tahun, Bank Aceh masih menjadi penguasa pasar...

BPMA dan Medco E&P Malaka Inspeksi Jalur Pipa, Ini Tujuannya

BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),...

Armia Jamil Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IJTI Korda Lhokseumawe Raya

LHOKSEUMAWE - Armia Jamil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)...

Soal Kasus Proyek Monumen Samudra Pasai, Nasir Djamil: Kalau Ragu, Hentikan Saja!

LHOKSEUMAWE - Anggota Komisi III/Hukum DPR RI, M. Nasir Djamil, menyoroti penetapan lima tersangka...

Ini Kata Ketum IJTI Soal Pentingnya Pemberitaan Membawa Aceh Lebih Kondusif

LHOKSEUMAWE – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Ketum IJTI), Herik Kurniawan, mengajak para...

Danrem Lilawangsa Buka Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane

LHOKSEUMAWE - Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Bayu Permana, melakukan tendangan perdana bola kaki...

Antony Blinken: Latihan Militer Cina adalah Peningkatan Penting

PHNOM PENH, KAMBOJA — Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Jumat, 5 Agustus...

Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane, Ini Daftar 10 Tim dan Jadwalnya

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 10 tim pesantren dari 10 kabupaten/kota di wilayah Korem-011/Lilawangsa akan berlaga...

Dilantik Jadi Ketua NasDem Pidie, Ini Kata Fadhlullah TM Daud

SIGLI - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh, Teuku Taufiqulhadi,...

KIP Aceh Utara Sosialisasi PKPU Pendaftaran dan Verifikasi Parpol

LHOKSUKON - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara melaksanakan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum...

Anggota DPRK Sorot Perusahaan Ini Survei Sumber Migas Baru di Aceh Utara

LHOKSUKON - Anggota Komisi II DPRK Aceh Utara, Terpiadi A. Majid, menyoroti rencana pencarian...