26.8 C
Banda Aceh
Minggu, Oktober 17, 2021

Kisah Tragis Letnan Kolonel Scheepens Dihamok Uleebalang Titue

Kematian perwira Belanda Letnan Kolonel Scheepen karena ditikam dengan rencong oleh Uleebalang Titue, Pidie menjadi salah satu kisah tragis perang Belanda di Aceh.

Letnan Kolonel Scheepens ini bukan orang sembarangan. Ia tergolong perwira Belanda yang sukses di Aceh. Ia terlibat dalam perang penaklukkan dataran tinggi Gayo. Pernah mengalami luka serius dalam perang, yang tak bisa disembuhkan di Aceh. Untuk mengobatinya dia harus dikirim kembali ke Belanda. Ia sampai harus dua kali menjalani operasi di sana.

Letnan Kolonel Scheepens juga perwira yang sangat beruntung. Luka dari perang Aceh yang dibawanya ke Belanda itu untuk diobati, membuat ia dindang undangan makan malam dengan Ratu Belanda di istananya.

Baca Juga: Kisah Remaja Aceh Membunuh Controleur Belanda

Nama Letnan Kolonel Scheepens terpampang di tiang utama gerbang Peutjut Kerkhof. Di sana tertulis: “In Memoriam Luitenant-Kolonel WBJA Scheepens Overleden 17 October 1913”. Tanggal yang tertera di situ merupakan tanggal Scheepens meninggal setelah dihamok rencong Teuku Ben Titue.

Perkara penusukan Letnan Kolonel Scheepens itu pun dipicu oleh ketidakpuasan Teuku Ben Titue. Uleebalang itu kecewa terhadap hasil musyawarah penyelesaian sengketa antara anaknya dengan anak masyarakat biasa.

Anak Teuku Ben Titue diketahui melakukan pelecehan terhadap seorang penduduk. Ada yang mengatakan ia mengangu anak gadis orang, sehingga abang si gadis kemudian memukul anak sang Uleebalang. Teuku Ben Titue kemudian melaporkan peristiwa penyerangan terhadap putranya itu kepada Letnan Kolonel Scheepens selaku penguasa sipil dan militer Belanda di Pidie.

Baca Juga: Politik Ulama Aceh di Mekkah

Letnan Kolonel Scheepens pada 10 Oktober 1913 menggelar musyawarah untuk menyelesaikan sengketa itu. Pihak Teuku Ben Titue dan anaknya serta orang tua dan pemuda yang melakukan pemukulan terhadap anak uleebalang itu dihadirkan, musyawarah itu juga disaksikan oleh masyarakat setempat.

Setelah mengetahui duduk persoalannya, Letnan Kolonel Scheepens memutuskan hukuman tiga bulan penjara terhadap pelaku pemukulan anak Uleebalang tersebut. Tapi, Teuku Ben Titue tidak terima, hukuman itu dianggap terlalu ringan, dan mencoreng wibawanya sebagai seorang Uleebalang. Karena marah terhadap putusan itu, ia mencabut rencong di pinggangnya kemudian menusuk tubuh Scheepens.

Letnan Kolonel Scheepens yang berlumuran darah dibawa lari ke rumah sakit di Sigli, di hadapan istrinya ia mencoba untuk tetap tenang, seolah lukanya tidak parah. Sementara ke Kutaraja (Banda Aceh) dikirim kabar untuk segera mengirim dokter bedah ke Sigli. Tapi nyawa Scheepens tak dapat diselamatkan. Jenazahnya kemudian dibawa ke Banda Aceh dan dikuburkan di Peutjut Kerkhof.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Aceh Hari Ini: Abdullah Syafii Lahir

17 Oktober 1955, Abdullah Syafii lahir di Gampong Seunebok Rawa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen....

Alhamdulillah, Kafilah Subulussalam Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Aceh

SUBULUSSALAM - Kafilah Kota Subulussalam berhasil meraih juara umum pada event Musabaqoh Qiraatil Kutub...

Ini Respons Kuasa Hukum Dinas PUPR Soal Gugatan Rekanan Gedung Kesenian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas PUPR Lhokseumawe belum memberikan penjelasan soal belum dibayarnya sisa pekerjaan 25...

Babak Kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub II Aceh Tuntas

BANDA ACEH – Babak kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh yang digelar di Kompleks...

Kemal Attaturk Dinilai Tidak Pantas Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

BANDA ACEH – Rencana pemerintah menabalkan nama tokoh sekuler Turki Kemal Attaturk sebagai nama...

Aceh Hari Ini: Rakyat Aceh Rebut Perusahaan Numora Jepang

Pada 16 Oktober 1945, perusahaan perkebunan Jepang, Numora yang mengelola sembilan perkebunan besar di...

Rekanan Pembangunan Gedung Kesenian Lhokseumawe Tahap II Gugat Dinas PUPR ke Pengadilan

LHOKSEUMAWE - Wakil Direktur III CV Muhillis & Co., Rustam (58), melalui kuasa hukumnya,...

Aceh dan Sumut Bersiap Helat PON 2024

PAPUA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, bersama Gubernur Sumatera...

Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan Sebagai Tersangka

BANDA ACEH - Muhammd Reza Maulana, S.H., kuasa hukum atau pengacara Jasman HR., warga...

Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie Lhokseumawe Lowong

LHOKSEUMAWE - Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, lowong. Pasalnya,...

‘Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa Mangkrak Bisa Mencoreng Institusi Kejaksaan’

LHOKSEUMAWE – Pemerhati hukum, Muji Al-Furqan, S.H., turut menyoroti Kejaksaan Negeri Lhokseumawe yang hingga...

Aceh Hari Ini: Ulama Aceh Mengeluarkan Maklumat Perang Sabil

Pada 15 Oktober 1945, ulama Aceh menggelar muzakarah  membahas upaya-upaya mengakhiri kekuasaan Jepang, dan...

Program TMMD Selesai, Walkot Bintang Resmikan Jalan Tembus Darussalam-Singkohor

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meresmikan pemakaian jalan tembus...

Kasus Korupsi di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues Dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh

BLANGKEJEREN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues telah melimpahkan berkas perkara...

Begini Kondisi Terkini Wastafel Disdik Provinsi di SMA/SMK Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA – Pengadaan ratusan wastafel dan sumur bor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh...

Harga Kopi Gayo Naik Lagi, Ini Daftar Terbaru

BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga...

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa: ‘Tugas Kejari Menegakkan Hukum, Bukan Bicara Untung-Rugi’

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) kembali mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi...

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak...

UAS Resmikan Pesantren Darul Affani, Ziarah ke Oboh, Hadiri Peringatan Satu Dekade PMDR

SUBULUSSALAM - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pondok Pesantren Darul Affani Desa Harapan Baru,...

‘PLTU Lhoknga tak Beroperasi, PT SBA Berpotensi Rugikan Keuangan Negara 15 Miliar/Hari’

BANDA ACEH - Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menemukan data baru terkait...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat