Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaNewsSerahkan DIPA 2018...

Serahkan DIPA 2018 ke Kades, Ini Kata Wali Kota Merah Sakti

SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2018 kepada kepala desa di gedung serbaguna, kompleks pendopo, Senin  29 Januari 2018.

Penyerahan DIPA dilakukan usai sosialisasi tiga Peraturan Walikota  (Perwal) Subulussalam yakni Perwal Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Tahun 2018.

Selanjutnya Perwal Nomor 7 Tahun 2018 tentang Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 2018 serta Perwal Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rincian Kurang Bayar Alokasi Dana Desa.

Jumlah alokasi dana desa (ADD) tahun 2018 mencapai Rp110 miliar lebih diperuntukkan kepada 82 desa sesuai luas wilayah dan jumlah penduduk berkisar antara Rp1,6 miliar hingga Rp1,7 miliar per desa.

Penyerahan DIPA ini disaksikan Ketua Pengadilan Negeri Aceh Singkil, Kapolsek Simpang Kiri mewakili Kapolres Aceh Singkil, Ketua MPU Kota Subulussalam, Sekda Subulussalam, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) serta para kepala dinas lainnya dihadiri ratusan undangan terdiri dari kades dan kepala mukim serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Merah Sakti juga menginstruksikan Kepala DPMK, Irsal Idris  memasukkan satu anggaran untuk kepemudaan masing-masing desa mengalokasikan Rp1 juta per bulan total Rp12 juta dalam setahun.

Menurut Merah Sakti, pemuda mempunyai andil besar terhadap segala kegiatan yang ada di desa, mereka harus mendapatkan perhatian mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga tingkat kota.

Ia mencontohkan, setiap pesta nikah maupun sunah rasul selalu melibatkan pemuda untuk kesuksesan acara tersebut, bahkan pemuda menjadi yang terdepan turun tangan saat ada warga meninggal dunia, mereka turut serta menggali kubur. 

“Pak Irsal, coba masukkan satu anggaran untuk pemuda di masing-masing desa. Misalnya plotkan Rp1 juta per bulan total Rp12  juta setahun. Dana ini nantinya disalurkan melalui organisasi pemuda yang aktif di desa,” ungkapnya.

Merah Sakti juga mengingatkan kades supaya mengakomodir usulan dari bawah, keluhan dan permintaan masyarakat harus disahuti, demi kelangsungan program pembangunan desa. 

“Saya tidak akan menaikkan honor kades, jika mereka tidak mengakomodir usulan dari bawah,” tegasnya.[]

Baca juga: