Sersan Dua TNI Angkatan Laut Ambar Dwi Klaudiyah, satu-satunya Paspampres wanita yang mengawal Presiden Joko Widodo salat Idul Adha 1439 Hijriah di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Jawa Barat, Rabu, 22 Agustus 2018.

Wanita cantik yang mengenakan seragam kemeja putih serta celana hitam itu pun menarik perhatian warga yang mendekati Jokowi. Warga banyak yang memuji paras cantik Ambar.

“Mbak itu tentara juga ya? Cakep ya,” ujar salah seorang ibu-ibu yang hadir di sana.

Foto Ambar kemudian  viral di media sosial. Ambar mengaku kaget. Pasalnya, Ambar belum lama bertugas sebagai Paspampres.

Sebelumnya, gadis yang masih lajang ini bertugas di bidang kesehatan di TNI Angkatan Laut tepatnya di Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL R.E Martadinata dan baru bulan April ditugaskan sebagai Paspampres.

Setelah menjalani pembekalan/standarisasi Paspamres selama 1,5 bulan, Ambar ternyata dinyatakan lulus menjadi Paspampres grup A yang bertugas mengawal presiden.

Cita-citanya sejak kecil sebenarnya ingin menjadi seorang polwan, tapi setelah lulus SMA, Ambar gagal dalam seleksi polwan di tahun 2014.

Ambar kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah, Sidoarjo, jurusan Akuntansi selama satu tahun.

Dia lalu mencoba kembali mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Laut di tahun 2015 dan berhasil diterima. Ambar menjalani pendidikan AL selama 1 tahun.

Karier Ambar cukup gemilang. Terbukti kini dia menjadi salah satu pengawal orang nomor 1 di Indonesia.

Saat ditanya tentang orangtuanya, Ambar juga dengan bersemangat menjelaskan profesi keduanya.

“Bapak saya pengepul barang bekas, jadi dari pemulung dikumpulkan ke bapak, nanti bapak jual lagi. Kalau ibu saya jual sayur keliling kampung,” kata Ambar.

Saat sedang cuti dan pulang kampung, Ambar sering membantu ibunya belanja ke pasar setiap jam 1 pagi lalu ikut berjualan di depan rumah.

“Nanti kalau sayurnya masih, baru ibu keliling naik motor. Sampai sekarang juga masih jualan sayur,” lanjut gadis cantik asal Sidoarjo ini.

Menurut Ambar, bekerja sebagai Paspampres jauh lebih berat dibandingkan saat masih di bagian kesehatan TNI AL dulu. Ambar harus mempelajari banyak ilmu bela diri dan latihan fisik yang cukup berat.

“Tantangannya banyak, tapi saya bersyukur nasib membawa saya ke sini,” kata gadis yang lahir di Sidoarjo, 29 Oktober 1996 ini.

Bagi Ambar, bekerja sebagai Paspampres juga memberinya banyak pengalaman baru.

Ambar senang bisa bertemu dengan warga sekaligus takut dan grogi karena baru saja bergabung.

Di usianya yang masih muda ini, Ambar berharap bisa menjadi anggota tentara yang mampu melaksanakan semua tugas yang diberikan kepadanya.[] Sumber: intisari.grid.id/Aulia Dian P