Jakarta  – Kementerian Sosial sedang menyiapkan mobil antigalau yang rencananya ditempatkan di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau “Car Free Day” (CFD) untuk memberikan konseling pada remaja.

“Setiap Minggu di CFD berbagai kota yang memungkinkan bisa kami support dengan menyiapkan mobil antigalau. Ada tiga format yang sedang disiapkan dan harus ada konselornya,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Rakor Penguatan SDM di Jakarta, Selasa.

Khofifah mengatakan mobil antigalau ini sebagai solusi karena banyak masalah pada remaja, baik tentang konsumsi narkoba atau seks bebas yang sering tidak tersampaikan pada orangtua.

Menurutnya, remaja tidak akan bercerita atau “curhat” kesalahannya kepada keluarga, melainkan pada teman sebaya yang mungkin bisa menjerumuskan remaja tersebut ke dalam kondisi yang lebih buruk.

Kementerian Sosial saat ini memberikan perhatian yang besar terhadap peremajaan konsumen Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

“Banyak anak-anak galau mencoba ngelem. Dari ngelem bisa naik menjadi (konsumsi) sabu. Pengeluaran sehari untuk (membeli) sabu Rp25ribu. Kalau meminta-minta di lampu merah bisa dapat lebih dari Rp25ibu,” ujar Khofifah.

Oleh karenanya, penyediaan mobil antigalau ini menjadi solusi “jemput bola” yang dilakukan Kementerian Sosial terhadap remaja bermasalah melalui bantuan konselor atau psikolog.

“Jangan sampai ada suasana menggurui, merasa paling benar, merasa paling suci, yang ada saling memberikan empati,” ujar Khofifah.

Ia berharap penyediaan konselor baik di mobil antigalau atau panti sosial dapat didukung dengan kerja sama mahasiswa fakultas psikologi.[] Sumber: antaranews.com