Tadi malam tetangga saya meninggal. Pagi ini saya ikut menyolatkan dan ikut mengangkat jenazah sampai ke mobil. Adapun keluarga almarhumah mengantarkan jenazah sampai ke makam.
Setelah dimakamkan, orang-orang pada pulang. Lantas, apa yang masih tersisa? Apa yang masih tertinggal? Cuma satu, amal kebaikan. Ya, hanya inilah yang benar-benar menemani. Sebut saja, ini bekal ketika mati.
Sudah semestinya, *segala kesibukan kita jadi amal kebaikan*. Jangan sekedar dapat uang tapi nggak dapat yang lain-lain. Kalau sekedar dapat uang, yah rugi.
Lahirnya atau meninggalnya seseorang, semua sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Tak dapat dimajukan, tak dapat dimundurkan, walau hanya sehari. Oleh karena itu, mari kita mempersiapkan diri.
_Pada akhirnya, pastikan segala kesibukan kita entah itu bisnis atau kerja, jadi amal kebaikan. Sekiranya berhasil jadi amal kebaikan, mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal saat kita mati nanti. Aamiin.[]
Dari Rilis Ippho Santosa
Penulis, Tarainer dan Mentor Bisnis. Dikirim oleh Taufik Sentana.


