LHOKSUKON  – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf atau Sidom Peng mengajak masyarakat Aceh Utara menyingkirkan segala perbedaan pilihan pada pemilukada lalu. Itu merupakan amanat Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau Cek Mad, yang dibacakan Sidom Peng saat tepung tawar (peusijuek) memperingati Tahun Baru Islam di Masjid Bujang Salim, Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara, Rabu malam, 20 September 2017.

Sidom Peng mengatakan, peusijuek mengandung makna dan arti yang sangat sakral dalam kehidupan masyarakat Aceh. Peusijuk merupakan tatanan adat Aceh yang dikemas sedemikian rupa, guna mengambil seumpeuna (berkat) dari sesuatu pekerjaan ke depan dengan harapan terhindar dari hal-hal negatif.

Walau peusijuk bagian dari aktivitas adat kata Sidom Peng, namun tidak bertentangan dengan prinsip agama Islam. Karena adat bersendikan syariat dan syariat bersendikan kitabbullah.

“Pesta demokrasi dalam wujud pemilukada telah kita lewati bersama. Banyak hal terjadi, baik itu menyenangkan atau kurang menyenangkan. Pilkada merupakan pengejawantahan pilihan demokrasi masyarakat untuk menentukan pilihannya guna mencari sosok pimpinan Aceh Utara lima tahun ke depan. Perbedaan pilihan itu lumrah dan terjadi secara rasional sepanjang tidak memecah persatuan dan kesatuan, apalagi sampai memutus tali persaudaraan,” ujar Sidom Peng.

Alhamdulillah, kata Fauzi Yusuf, ia bersama Cek Mad masih diberi kesempatan untuk memimpin Aceh Utara periode 2017-2022.

“Walau kami tahu ada di antara kita yang hadir hari ini telah menentukan pilihan kepada kandidat lain, itu adalah hak masing-masing. Mulai saat ini, marilah kita menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru yang penuh harapan untuk membangun Aceh Utara baru, dengan inovasi dan kreativitas guna mesejahterakan masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya.

Namun dalam melakukan pekerjaan mulia itu, lanjut Fauzi Yusuf, pihaknya membutuhkan dukungan dan kerjasama semua lapisan masyarakat, dan segenap stakeholder yang ada.

“Marilah kita bersama mewujudkan Aceh Utara yang bersemi sesuai visi misi yang telah kami paparkan sebelumnya. Terlebih dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus, di mana Kecamatan Dewantara termasuk di dalamnya,” kata Fauzi Yusuf.

Peusijuek menjelang pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah itu dilakukan Ketua MPU Aceh Utara Teungku H. Mustafa Ahmad atau Abu Paloh Gadeng. Acara itu dihadiri kalangan DPRK Aceh Utara, Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0103/Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Polres Aceh Utara dan Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Acara peusijuek itu diselenggarakan masyarakat Kecamatan Dewantara dan sekitarnya. Turut hadir Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek mad.[]