SABTU pagi, tepatnya pukul 08:15 WIB,Tgk H. Tu Bulqaini Tanjungan, Ketua Majelis Pimpinan Pusat Partai Adil Sejahtera Aceh (MPP-PAS), bersama rombongan meninggalkan kota Banda Aceh menuju Aceh Jaya. Di sana, dia akan bertemu-ramah bersama para guru, rekan-rekan dan sekalian murid-murid yang ada di sana.
Mobil yang ditumpangi Tu Bulqaini terus bergerak ke arah barat kota Banda Aceh. Walidi Seulimum duduk bersebelahan dengan Ketua Umum Partai PAS yang akrab disapa dengan nama panggilan Tu Bulqaini.
Tgk Husni berada di kursi mobil paling depan di arah kanannya ada Tgk Asril yang ia sekaligus bertindak sebagai sopir. Di hari tersebut dirinya mempunyai tanggung jawab untuk membawa rombongan menuju Aceh Jaya.
Cuaca pagi hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2023, begitu tenang, tiada mendung apalagi hujan, gerimispun tak nampak di mata. Matahari perlahan menyinari bumi seiring dengan waktu yang terus berlalu. Cuaca hari itu berbeda dengan cuaca Kota Banda Aceh dan sekitarnya di hari-hari sebelumnya. Yangmana hujan turun bukan di musimnya.
Keude Bieng, Lhoknga, Gunong Kulu, Gunong Paro dan GEurute pun sudah dilewati. Pukul 09: 51 WIB, rombongan tiba di dayah yang dipimpin oleh salah seorang ulama sepuh yang masih dimiliki Aceh, iaitu Aba Asnawi Ramli Lamno, atawa yang biasa disebut dengan Aba Asnawi Lamno atawa Aba Lamno. Tu Bulqaini dan rombongan disambut dengan penuh suka-cita.
Anak lelaki Aba Lamno beserta guru-guru senior yang ada di dayah yang terletak di kampung Jangeut, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, memang sudah menanti akan kedatangan Ketua MPP-PAS Aceh tersebut.
Karena takkala Tu Bulqaini turun dari mobil, seketika gure-gure rayek itu menghampiri sembari menyalami Tu Bulqaini dengan bersahaja. Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah atawa yang sudah biasa disebut dengan Budi Mesja Lamno adalah tempat pertama yang disinggahi oleh Tu Bulqaini sesampai di Aceh Jaya.
Karena Rindu Ingin Bertemu
Adalah tujuan utama daripada kunjungannya, ketua umum Partai PAS ke Aceh Jaya, tiada lain, melainkan untuk melepaskan rasa rindu yang kian menggunung, rasa rindu yang telah lama dipendam di benaknya. Maka di satu waktu itu ia berkesempatan untuk pergi, pergilah ia untuk mencairkan sekalian rasa rindu itu.
Mushalla Dayah Budi Lamno adalah tempat temu-ramah berlangsung. Di antara para hadirin yang berkesempatan hadir di waktu mereka iaitu alumni dayah Mudi Samalanga, Tanoh Mirah, Lam Ateuk, dayah Kuta Krueng, dayah Seulimum dan dayah-dayah lainnya yang ada di Aceh.
Tentunya sekalian daripada alumni dayah Budi Lamno yang kini sudah menjadi dewan guru di dayah tersebut turut serta hadir membersamai pertemuan yang berlangsung khidmat, kurang lebih dua jam masa akan pertemuan untuk melepas rindu berlaku di dayah yang dipimpin oleh salah seorang ulama sepuh Aceh, Aba lamno.
“Ini hanya acara silaturrahmi Tu saja dengan para alumni-alumni dayah yang ada di sini,” ucap Tgk Husnil Kamal.
Pukul 14:05 WIB, barulah kemudian ketua umum Partai Adil Sejahtera, Tu Bulqaini Tanjungan, melanjutkan perjalanannya menuju dayah Darul Muta’allimin yang berada di kecamatan Setia Bakti, masih di dalam kabupaten yang sama, iaitu Kabupaten Aceh Jaya.
Di sana Tu Bulqaini juga bertemu dan bersilaturrahmi dengan sekalian alumni-alumni dayah yang ada di Aceh. Barulah kemudian pada pukul 17:31 WIB, rombongan menuju ke Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah yang berada di kampung Tuwi Kareung, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.
Sambutan Ulama dan Para Tokoh atas Hadirnya Partai PAS Aceh
“Alhamdulillah, puji syukur kita kepada Allah, pribadi saya, saya sangat bersyukur dengan sudah adanya partai Adil Sejahtera Aceh ini hari ini. Karena saya juga merupakan salah seorang insan yang hadir dalam acara Silaturrahmi Ulama Seluruh Aceh tahun lalu di Banda Aceh,” ucap Tgk Abdul Hamid.
Abu Hamid Lhok Guci, sapaan akrabnya, merasa sangat bersyukur oleh karena adanya Partai PAS. Menurut dia, dengan adanya partai tersebut, Aceh khususnya perihal ataupun kebijakan yang berkaitan dengan agama akan ramai orang yang akan memperjuangkannya.
“Kalau dari teungku-teungku tidak banyak yang mengisi kursi-kursi yang ada di parlemen, tidak mungkin kebijakan-kebijakan yang berkaitan itu bisa disuarakan, maka dengan hadirnya Partai PAS ini, pas-sudah perpolitikan Aceh sekarang,” ucap pimpinan Dayah Jabal Nur, Lhok Guci, Kecamatan Pasi Raya tersebut.
Hal senada juga diucapkan oleh Tgk Rizwan atas hadirnya partai PAS Aceh kini. “Rasa syukur harus selalu dipanjatkan ke hadirat Allah SWT,” kata lelaki pekerja swasta yang dirinya itu lulusan sarjana Bahasa Indonesia, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
“Alhamdulillah, semoga dengan adanya partai ini perubahan dan perbaikan bisa dirasakan oleh segenap rakyat Aceh, khususnya di Aceh Jaya ini-lah,” terang Rizwan, bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai PAS, Aceh Jaya.
Sementara pimpinan Dayah Darul Istiqamah, Tgk Muslem Abe, mengatakan, kalimat “Teungku-teungku tidak boleh berpolitik”, itu harus kita ketahui bersama, bahwa kata-kata itu merupakan propaganda politik pihak lain.
Agama dan Politik Harus Berjalan Beriringan
“Agama dan politik ini tidak bisa dipisahkan, tidak bisa. Agama dan politik harus berjalan beriringan,” tegas Tgk Muslem Abe.
Kata dia, jika orang-orang jahat yang ada di dalam parlemen, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan menjadi jahat, di zaman rasul saja sudah ada politik dan para sahabat sekalian mereka-mereka itu ikut dan terjun langsung dalam perihal politik di masa itu.
“Jika sudah ada wadah untuk bersuara, kan tidak salah bagi kita untuk bersuara melalui wadah itu. Jangan hanya bisa menyalahi orang ini dan itu. Kesempatan ini sekarang sudah milik kita, mari digunakan sebaik-baiknya,” tutup Tgk Muslem Abe.
Tgk Jaiz Muhadi Teunom atawa yang akrab disapa oleh masyarakat di daerahnya dengan lakap Abi Jaiz, pimpinah dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah, juga mengharapkan adanya perubahan dalam perpolitikan Aceh atas hadirnya Partai PAS.
“Apalagi partai ini ada ataupun terwujudnya oleh karena musyawarah ulama, senantiasalah menjadi warna baru dalam hal politik lokal Aceh. Dan perlu diingat bahwa partai ini tidak semata milik teungku dayah, melainkan milik kita bersama, partai ini milik masyarakat Aceh,” ujar Abi Jaiz.
Dan dayah di kampung Tuwi Kareung tersebut merupakan tempat terakhir untuk Ketua Umum Partai PAS bersilaturrahmi dengan sekalian alumni-alumni dayah yang ada di Aceh di kesempatan waktu itu. Acara temu-ramah di sanapun berjalan lancar sebagaimana mestinya.
Pukul 00:37 WIB Sabtu malam, rombongan pun kembali pulang ke Banda Aceh.
Sebagaimana diketahui, Partai Adil Sejahtera Aceh lahir pada acara Silaturrahmi Ulama Seluruh Aceh (SUWA) tahun 2021 lalu, yangmana para ulama dalam silaturrahmi itu sepakat untuk mendirikan sebuah partai politik lokal demi berwarnanya perpolitikan yang ada di Aceh.
Tu Bulqaini, yang merupakan pimpinan Dayah Markaz Al-Islah Al- Aziziyah, di Lueng Bata, Banda Aceh, mendapat mandat langsung dari sekalian ulama yang hadir di acara SUWA untuk memawangi partai tersebut.
Beberapa hari lalu, dia mengundurkan diri dari Wakil Ketua wakil ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, supaya lebih fokus mengurus Partai PAS.[]
Penulis: Syurki Isa Bluka Teubai
Editor: Thayeb Loh Angen.








