Seringkali nama suatu daerah
bersumber dari peristiwa.

Oleh: Arif Andepa
Seniman Aceh, salah seorang pendiri Universitas Jabal Ghafur.

Edisi : 2

Tgk Khalilullah pun tiba di kampung Ujung, di latak ayah (lokasi letak ayah ), Kota Padang Sinabang, bersama isterinya Si Meulue serta puluhan pasukan kerajaan Aceh mendarat di kampung Ujung Pulau Ue (Pulau Simeulue). Di dan rombongannya menjumpai Ayah dan ibu mertua beserta keluarga besar lainnya.

Setelah pertemuan selesai, beliau memulai misinya sesuai perintah Sultan terutama keluarga dekat ayah dan ibu mertua serta keluarga dekat lainnya. Setelah mampu meyakinkan bahwa Islam agama yang benar, maka keluarga tersebut berterus terang di kawasan itu ada seorang sosok yang memiliki ilmu hitam (sihir) sangat ditakuti dan tidak ada yang mampu menandinginya.

Atas informasi dan masukan tersebut, Tgk Khalillullah atau digelar Tgk di Ujung tetap terus mendekati dan mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusa wilayah dan tokoh masyarakat di wilayah kampung Ujung. Lama kelamaan, masyarakat mulai ramai mendatangi Tgk Khalilullah dan patuh pada nasehatnya. Mereka pun tidak takut lagi kepada Gong-Gong Bulu. Penyihir Gong-Gong Bulu mulai kurang senang terhadap keberadaan Tgk Khalilullah dan mulai mencoba menggunakan ilmu sihirnya supaya Tgk Di Ujung mati atau hengkang dari Pulau Ue (Pulau Si Meulue).

Hari demi hari berlalu. Tgk khalilullah (Tgk Di Ujung) terus membuat pendekatan bahwa keberadaannya di SiMeulue untuk membantu, menyumbang ilmu dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Dakwah yang Tgk Ujung sampaikan kepada masyarakat semakin dipercaya. Akhirnya pengaruh lslam di Pulau Ue semakin berkembang. Kemarahan Gong-Gong Bulu pun juga memuncak, satu persatu ilmu santetnya mulai menyerang Tgk di Ujung, tetapi utusan SUltan Aceh itu  masih tetap tenang- tenang saja, ilmu sihir belum mampu menggoyahkannya.

Gong-Gong Bulu mulai mengancam masyarakat, siapa saja yang mendekati Tgk Khalilullah keluarganya akan dihabisi. Berita itu tersebar luas, setelah mendengar ancaman tersebut, Tgk Khalilullah tidak tinggal diam, dia secepatnya memberi perlindungan kepada masyarakat yang terancam jiwanya/ Barangsiapa  yang kena santet atau sihir lansung diobati. Beberapa kali kejadian serupa, alhamdulillah semuanya dapat disembuhkan tidak ada yang gagal. Semua penguasa wilayah dan para tokoh pun meinggalkan Gong-Gong Bulu dan memberikan dukungannya kepada Tgk Di Ujung dan tunduk pada segala ajarannya.

Suatu hari Gong-Gong Bulu kehabisan akal dan semakin beringas datang ke tempat Tgk Khalilullah (Tgk Di Ujung),  ingin membuat …[] bersambung