Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsSimulasi Penyelamatan Korban,...

Simulasi Penyelamatan Korban, Jurnalis ‘Tenggelam’ di Pulau Kapuk

BANDA ACEH – Puluhan jurnalis tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) se-Aceh, mengikuti pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana, di Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar, Rabu, 26 September 2018.

Pelatihan tersebut diikuti 67 jurnalis dari berbagai media massa yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 25 – 27 September 2018.

Peserta pelatihan terlebih dahulu dibekali teori kebencanaan, selanjutnya dilatih cara mendirikan tenda, dapur umum, air bersih, juga water rescue.

Para jurnalis juga dilatih melakukan penyelamatan korban yang jatuh dan tenggelam di tengah sungai atau muara laut di Pulau Kapuk, Lhoknga, yang dipandu Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Aceh.

Peserta pelatihan dilengkapi pelampung yang kemudian salah seorang jurnalis berperan sebagai korban tenggelam dijatuhkan ke dalam sungai tersebut. Lalu tim Basarnas dan sejumlah jurnalis lainnya menolong korban tenggelam dengan menggunakan perahu karet.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan wartawan dalam masalah kebencanaan. Kita lakukan tidak hanya teori, melainkan juga praktik lapangan,” kata Kabid Humas BNPB, Dra. Rita Rosita S., kepada para wartawan.

Menurut Rita, jurnalis atau media massa mempunyai peran besar dalam penanganan bencana alam. Jurnalis tidak sekadar menyampaikan informasi bencana, juga ikut menstimulasi dan memobilisir bantuan, serta berbagai kebutuhan korban bencana. 

“Untuk itu, kita membekali para wartawan tentang konsep dan karakteristik kebencanaan, penanganan tanggap darurat bencana, dan proses rehabilitasi sosial korban bencana,” ujar Rita.

Rita menambahkan, BNPB menghadirkan sejumlah pamateri berskala nasional dan internasional untuk memberikan pemahaman tentang peliputan kebencanaan berbasis media cetak, elektronik dan online. Materi yang diberikan itu baik bersifat indoor (dalam ruangan) maupun outdoor.

Kegiatan itu dibuka Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB RI, Dr. Sutopo Pujo Nugroho, Selasa (kemarin).[]

Baca juga: