LHOKSUKON – Warga Gampong Kumbang KM VII, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, akhirnya membuka blokir jalan lintas kecamatan setempat, Rabu, 26 September 2018, pukul 11.30 WIB. Hal itu dilakukan warga setelah mendapat penjelasan dari camat yang berjanji akan ikut mendampingi mereka menemui Sekda Aceh Utara guna menyampaikan keluhan terkait tanggul jebol mengakibatkan banjir.

“Jadi di kamoe nyoe pihak kecamatan hanya melaporkan, mengusulkan ke kabupaten, karena kon buet ureung kamoe kecamatan. Meunyoe na dana kecamatan, uroe nyoe jeut ta kerjakan (Jadi kami dari pihak kecamatan hanya melaporkan, mengusulkan ke pemerintah kabupaten, karena ini bukan pekerjaan/kewenangan kami di kecamatan. Jika ada dana kecamatan, hari ini juga kita kerjakan),” ujar Camat Lhoksukon, Saifuddin, di hadapan warga Gampong Kumbang KM VII.

Menurut Saifuddin, banjir di Lhoksukon terjadi setiap tahun dan ia pun merasakan itu. “Malahan lon banjer raya 2014 chit ka lham-lham timue hinoe, nyoepat pak geuchik geuteupue. Baroe lon jak hana meurumpok ureung droneuh, lon jak laju lon cok foto bak tutue ayon, malahan baroe na geutren ureung BPBD ngon pengairan. Kamoe segera meujak ngieng (Malah saya banjir besar 2014 sudah 'timbul tenggelam' di sini, ini pak geuchik mengetahuinya. Kemarin saya datang tidak bertemu warga, saya pergi terus mengambil foto di jembatan gantung, malah kemarin juga ada turun pihak BPBD dan pejabat dinas bidang pengairan. Kami segera melihat langsung),” ucap Saifuddin.

Melalui surat yang ditandatangani bersama BPBD dan dinas membidangi pengairan, kata Saifuddin, pihaknya dengan tegas menyampaikan kepada Bupati Aceh Utara. Apabila tidak segera ditanggulangi, maka akan berakibat fatal.

“Saya bersama BPBD dan Dinas Pengairan telah menyurati bupati dan menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini. Intinya kami meminta segera ditanggulangi tanggul-tanggul yang jebol. Saya harap seperti yang dikatakan Wakapolres Aceh Utara tadi, janganlah mengganggu orang lain (akibat jalan diblokir). Ini masalah bencana dan akan berupaya kita selesaikan. Kami juga melaporkan ini ke atasan. Banjir di Lhoksukon bukan saja hari ini, tapi setiap tahun. Masalahnya tanggul sungai jebol dan tanggul sungai rendah. Maka saya harapkan blokir jalan ini dibuka agar tidak mengganggu masyarakat lain,” pungkas Saifuddin.[]