BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama tim Orangutan Information Center atau OIC menyita satu orangutan Sumatera berjenis kelamin betina berumur enam tahun, di Aceh Timur, Jumat, 4 Agustus 2017, malam.
“Orangutan tersebut disita dari Mursalin (37 tahun), petani, warga Dusun Reformasi, Desa Paya Ketapang, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur,” kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo menjawab portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 5 Agustus 2017.
Sapto Aji menyebutkan, Mursalin sudah dua tahun memelihara orangutan tersebut. Setelah dilakukan pendekatan persuasif, kata dia, Mursalin mau menyerahkan orangutan itu. Lalu, dilakukan pemeriksaan kesehatan awal terhadap orangutan di lokasi tersebut.
“Dengan menggunakan lampu senter, karena kondisi sudah gelap. Terlihat kondisi orangutan cukup memprihatinkan, karena terus menerus dirantai,” ujar Sapto.
Awalnya, lanjut Sapto, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa Mursalin memelihara orangutan. “Kemudian dicek ke lapangan betul, lalu tim BKSDA dengan OIC bergerak ke lokasi untuk proses penyitaan,” katanya.
Ia mengatakan, proses penyitaan, tim dipimpin Suparman, anggota Polhut dari Resot KSDA Langsa, harus berjalan kaki lima kilometer di bawah guyuran hujan, dan kondisi badan jalan berlumpur untuk mencapai lokasi. “Terkait pelaku, kita mengedepankan langkah persuasif, untuk upaya hukum itu langkah terakhir. Karena dia mau sukarela menyerahkan, sehingga kita hanya memberikan pembinaan,” ujar Sapto.
Menurut Sapto, orangutan tersebut sudah dikirim ke Pusat Rehabilitasi Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP) di Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara. “Setelah direhabilitasi, nantinya orangutan ini akan dilepasliarkan kembali di lokasi pelepasliaran orangutan Sumatera di Jantho, Aceh Besar,” katanya.
Ia menyebutkan, tahun 2017, sudah empat orangutan Sumatera yang diselamatkan pihak BKSDA bersama mitra. Dua di Aceh Tenggara, satu di Gayo Lues, dan satu di Aceh Timur.
“Yang di Aceh Tenggara satu individu anakan orangutan hanyut diseret air, terus ditolong warga. Yang satu lagi telantar di kebun kemarin lalu, dan satu di Gayo Lues dipelihara oleh masyarakat,” ujarnya.[] (*sar)
Laporan Taufan Mustafa

