Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBerita AcehSeorang Petani Aceh...

Seorang Petani Aceh Tenggara Tewas Diduga Diserang Gajah di Kebunnya

KUTACANE – Safarudin (30), warga Bunbun Indah, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, tewas diduga akibat diserang gajah di kebun milik korban, Minggu, 23 Juni 2024, sore

Informasi diperoleh portalsatu.com, Senin (24/6), dari Salim Tarigan, warga Bunbun Indah, korban pergi ke kebun bersama kawannya, Indra Wahyudi (41), Minggu, pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Menurut Salim, kejadian itu saat korban dan temannya mencari buah kemiri di lahan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), tepatnya di perkebunan warga Bunbun Indah milik korban.

Sekitar pukul 17.00 WIB, kata Salim, korban dan Indra Wahyudi diserang kawanan gajah liar secara tiba-tiba. “Korban yang terjatuh saat menghindar, diinjak oleh salah satu dari kawanan gajah yang mengamuk”.

“Kami menduga kawanan gajah liar yang menyerang Safaruddin ini, diduga kawanan gajah liar yang menyerang petani yang tewas beberapa bulan lalu,” ungkap Salim.

Salim menyebut jenazah korban kini sudah disemayamkan di Desa Bunbun Indah.

Kordinator Konservasi Wilayah 15 Aceh Tenggara-Gayo Lues, Suherman, mengatakan terkait konflik gajah liar dengan manusia yang terjadi Minggu kemarin, pihaknya telah mengajukan solusi pencegahan.

Menurut dia, pihaknya melakukan pengajuan solusi pencegahan melalui BKSDA Aceh kepada Kementerian LHK RI.

“Pihak BKSDA sudah mengajukan solusi pencegahan, termasuk juga dengan kasus yang terjadi beberapa bulan lalu. Semoga tidak ada kendala,” kata Suherman kepada portalsatu.com, Senin (24/6).

Suherman menyatakan timnya bersama pihak terkait lain pernah melakukan evakuasi terhadap kawanan gajah liar. Namun terkendala akibat jarak tempuh yang harus menyeberangi Sungai Alas di kawasan tersebut.

Menurut Suherman, tempat kejadian kemarin sore adalah kawasan Areal Penggunaan Lain. Artinya, lokasi tersebut bukan kawasan konservasi hutan lindung maupun hutan konservasi lainnya.

“Kita berharap BKSDA Aceh bisa menemukan solusi pencegahan,” pungkasnya.[](Supardi)

Baca juga: