Karya: Taufik Sentana
Pegiat literasi sosial-budaya
Malam pecah
bulan jatuh
jalan jalan pengap
diantara perjuangan
dan penampungan
Korona masih merayap sani sini
dari pintu ke pintu,
orang orang mengetuk asa
orang orang turun ke jalan
orang orang turun ke selokan
orang orang bercocok tanam
dan menangkap ikan kecil kecil.
Matahari naik ke ubun ubun
negeri digjaya berkejaran
kita dalam pijakan
kita jadi target pasar
sebagai konsumer yang lapar
di sini, kita menjadi penemu kenyataan
dan realitas yang absurd
kita hampir bangkerut,
dan niaga negara pada rugi,
tapi tunjangan pejabat elit
masih tinggi, subsidi yang cair
bukanlah pijakan penentu.
Jalan siang yang basah
dan lembab bagai fatamorgana
kita meraba dan menerka
sambil merekayasa untuk tahun 2035
sambil melompat pelan pelan
dan menemukan 100an ribu
pegawai hantu yang menahun,
dana triliunan pun jadi hantu
bersama hantu proyek
dan kong kalikong.
Di malam esok,
bulan pincang
orang orang rebah
orang orang menjamah
memanah cahaya
di jalan sunyi
sambil bercakap
tentang berita berita
yang menyenangkan.[]




