NAGAN RAYA – Warga Dusun Gelanggang Meurak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, mengaku kecewa terhadap sikap Pemerintah Nagan Raya yang dianggap tidak serius menyelesaikaan masalah pencemaran lingkungan di desa mereka.

Kekecewaan itu diungkap Irma (34), warga Gelanggang Meurak. Menurutnya, indikasi ketidakseriusan tersebut tampak dari tidak diturunkannya tim khusus untuk menyusuri kebenaran dugaan pencemaran lingkungan di desa mereka, seperti dijanjikan Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula I Sekretariat Kabupaten setempat, Rabu, 29 Agustus 2018.

“Janjinya bupati bentuk tim, hari ini turun ke desa, namun yang turun malah camat dan beberapa staf. Camat juga tidak dapat ngapa-ngapain,” kata Irma kepada portalsatu.com/, Senin, 3 September 2018, malam.

Hal senada diungkap Ketua Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat, Masykur Nyak Di Jurong. “Sangat kecewa. Pemda, khususnya Bupati Jamin Idham. Sebelumnya dia janji turun ke Desa Suak Puntong hari ini. Ini batang hidung saja tidak nampak,” katanya.

Masykur mengatakan, berdasarkan adendum Amdal 2015, seharusnya PT Mifa Bersaudara berjarak satu kilometer dari pemukiman.

“Selain Mifa, yang menjadi masalah lain, yakni kehadiran PLTU Nagan Raya, yang juga berada di dekat pemukiman warga. Jadi, warga khususnya Dusun Gelanggang Meurak, dihimpit dua raksasa batubara,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Nagan Raya berjanji menurunkan tim khusus ke Dusun Gelanggang Meurak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

Tim tersebut untuk menindaklanjuti keluhan warga setempat mengenai dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya di desa mereka.

 

“Kita akan turun, kita lihat di lapangan, apa yang terjadi supaya ini kan nyata, apa yang kita lihat di lapangan,” kata Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, kepada portalsatu.com/ usai RDP dengan warga Dusun Gelanggang Meurak, di Aula I Sekretariat Kabupaten setempat, Rabu, 29 Agustus 2018.

 

Jamin mengakui, persoalan dugaan pencemaran lingkungan di Dusun Gelanggang Meurak merupakan hal baru baginya. Ia masih minim informasi mengenai hal tersebut. Pasalnya, kata Jamin, dirinya baru menjabat delapan bulan sebagai bupati. 

“Pemerintahan ini kan baru delapan bulan berjalan. Pada pemerintahan sebelumnya, saya memang wakil bupati, tapi tidak pernah terlibat dalam tim turun ke lapangan,” ujarnya.[]