Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaNewsSoal Qanun KKR,...

Soal Qanun KKR, Senator Fachrul Razi: Semua Masyarakat Aceh Menantikan Keadilan

JAKARTA – Sosialisasi Qanun KKR yang dilakukan oleh Parlemen Aceh bersama dengan Komisioner KKR Aceh patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak. Ini merupakan langkah tegas dari para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM Aceh secara bermartabat.

Demikian disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, kepada portalsatu.com, Kamis, 28 Januari 2016.

“Persoalan KKR Aceh kembali dibuka setelah sekian lama dipeti-eskan, karena kondisi politik di daerah yang tidak kondusif untuk melaksanakan semua tahapan KKR,” kata Fachrul Razi. 

Senator Fachrul Razi memberikan apresiasi kepada Perlemen Aceh dan berharap qanun ini segera dapat diimplementasikan secara maksimal. Dia mengatakan pelaksanaan Qanun KKR ke depan jangan hanya berhenti pada tahapan sosialisasi, karena sosialisasi saja tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada.

“Semua masyarakat Aceh hari ini menantikan keadilan terhadap keadaan masa lalu, untuk membangun masa depanya. KKR hari ini, juga akan menjadi salah satu solusi untuk mengakomodir semua kepentingan kelompok- kelompok yang berseberangan dengan pemerintah. Semua kelompok akan dapat diajak duduk bersama dan berkompromi lewat KKR untuk mencari solusi yang lebih bermartabat,” ujarnya. 

Menurut Fachrul Razi, sosialisasi Qanun KKR juga harus segera diiringi dengan membentuk lembaga KKR Aceh sebagai pelaksana seluruh isi qanun. Kehadiran lembaga KKR akan mempercepat semua proses tahapan yang sudah ditentukan.

“Kemudian yang harus diperhatikan oleh semua pihak adalah Sumber Daya Manusia yang akan memimpin dan berkerja di lembaga tersebut, harus benar-benar berkompeten dan memiliki latar belakang di bidang HAM dan rekonsiliasi, serta terlepas dari kepentingan kelompok,” katanya.

Facrul Razi mengatakan dengan hadirnya KKR Aceh akan menjadi simbol kekhususan bagi Aceh secara umum, dan bagi perdamaian secara khusus. Menurutnya lembaga khusus tersebut hadir sebagai bentuk desentraslisasi, sehingga KKR Aceh akan menjadi model bagi KKR di wilayah lain yang mengalami permasalahan dengan hak azasi. 

Senator Fachrul Razi juga mengajak semua elemen untuk terus mendukung terbentukya lembaga KKR Aceh. Dia juga berharap kegiatan sosialisasi Qanun KKR turut melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat di gampong.

“Dengan melibatkan semua elemen, persatuan kedaerahan akan memudahkan semua realisasi pembangunan lembaga KKR tersebut. Semua elemen harus meninggalkan kepentingan jangka pendek yang dapat membuat perdamaian dan pembangunan Aceh tidak sesuai dengan UU PA,” katanya.[]

Baca juga: