LHOKSUKON – Keterlambatan pencairan dana desa tahap I-2017 berpengaruh pada pembangunan proyek gampong, khususnya pengerjaan jalan dan saluran. Kendala lainnya yang ikut dikeluhkan geuchik di Aceh Utara, yaitu menjalankan surat edaran bupati terkait pembangunan rumah dhuafa.

“Dana desa untuk kami belum cair. Salah satu kendala karena kita membuat ulang RAB rumah, sedangkan sebelumnya kita tidak ada program itu. Tapi sesuai surat edaran bupati, jadinya kita buat ulang, SKP-nya dirombak, dua kali kerja,” ujar Geuchik Matang Santot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Muzakir, saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 29 Agustus 2017 malam.

Terkait LPJ tahap II-2016, Muzakir mengaku sudah menyerahkannya. “Keterlambatan pencairan dana itu sangat mempengaruhi pembangunan gampong. Takutnya nanti keteteran saat pengerjaan, apalagi masuk musim hujan. Tahun ini ada pengerjaan jalan dan saluran, itu sangat berpengaruh jika musim hujan. Contohnya jalan, yang kita kerjakan 100
meter, rusak jalannya 1 kilometer,” ucap Muzakir.

Ia menyebutkan, dana itu sudah dikirim pemerintah pusat sejak April, seharusnya pencairan paling lambat Juni lalu.

“Tapi ini sudah akhir Agustus, palingan baru cair di minggu kedua September. Di Kecamatan Tanah Jambo Aye sudah ada delapan gampong yang cair,” pungkas Muzakir. []