BANDA ACEH – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Falevi Kirani, menilai stakeholder yang terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya masih lemah dalam hal koordinasi.
“Ini menunjukan bahwa memang kurangnya koordinasi lintas stakeholder yang ada. Antara Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk dengan Imigrasi,” kata Falevi Kirani dalam rapat Komisi I dan V DPRA dengan dinas terkait TKA, di Gedung DPRA, Jumat, 24 Juli 2020.
Lihat pula: 20 TKA di PLTU Nagan Raya Belum Miliki Izin Kerja
Menurut Falevi, ini menujukkan bahwa lemahnya Indonesia sebagai sebuah negara mempunyai peraturan yang terikat. “Ini yang kita sayangkan bahwa lemahnya koordinasi seperti Dinas Registrasi Penduduk tadi, data hari ini tidak update, bagaimana masih berbicara ini paling tiga ratusan,” tegas Falevi.
Falevi menyampaikan data tenaga kerja asing maupun tenaga kerja Indonesia itu harus terus di-update. Di samping itu juga harus berkoordinasi dengan Imigrasi melalui Online Single Submission (OSS). OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.
“Masih ada hal-hal yang harus segera diperbaiki dan khususnya dalam konteks ketenagakerjaan. Harus ada syarat dan ketentuan, misalnya tenaga kerja apa saja yang tidak ada sumber daya manusia di Aceh baru diambil dari luar,” tuturnya.
Falevi berharap tenaga kerja yang direkrut jangan semua dari luar, tetapi lebih diutamakan masyarakat lokal dan sekitar lokasi proyek. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya kecemburuan sosial dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.
“Jangan semua, office boy (OB) pun diambil dari luar, ini juga harus diperhatikan dan diawasi. Kemudian kami minta pihak jajaran Polda Aceh untuk mengawal lebih ketat, karena kita ingin menyejahterakan rakyat Aceh dengan ada investasi masuk ke Aceh, betul-betul masyarakat Aceh itu punya lapangan kerja,” pungkas politikus PNA ini.[]



