LHOKSEUMAWE – Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini efek virus corona di Tiongkok belum memengaruhi perekonomian di Aceh.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, mengatakan berdasarkan data diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan resmi BI, sejauh ini belum memasukkan efek virus corona terhadap perekonomian di wilayah kerja BI Lhokseumawe maupun Aceh. Jadi, naik turun perekonomian di Lhokseumawe masih mengacu pada alat ukur atau indikator selama ini dipakai. Misalnya, kenaikan harga komoditas seperti cabai merah, bawang putih dan lainnya. Itu yang masih menjadi acuan dan belum disebutkan berapa persen penurunan atau efek virus corona tersebut.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk wilayah Aceh itu belum ada laporan virus corona. Kemudian berdasarkan hasil survei kami juga memang corona virus belum menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi. Namun, mungkin kalau misalnya jumlah peredaran bawang di sini yang ada itu banyak dari Tiongkok, dan mengingat ekonomi Tiongkok yang menurun karena banyaknya hambatan distribusi disebabkan virus tersebut, saya rasa itu bisa berdampak menambah susahnya distribusi komoditas bawang putih dari sana. Itu bisa berakibat nantinya,” kata Yukon Afrinaldo kepada wartawan di Lhokseumawe, Rabu, 4 Maret 2020.

Akan tetapi, menurut Yukon, pihaknya belum melihat di dalam laporan BPS tentang hal tersebut. Memang bawang putih pasokan agak berkurang, tetapi pihaknya tidak melihat bahwa di China bermasalah atau tidak, dan pasokan bawang putih ke Aceh atau Indonesia memang menurun sehingga harganya naik. Kata dia, produksi bawang putih dan bawang merah di sini tidak banyak dan kebanyakan impor.

“Maka jumlah impornya (komoditas bawang) berkurang yang ada di sini tentu akan mengakibatkan harganya menjadi naik. Mungkin karena perhitungan inflasi itu banyak komponennya, tidak hanya bawang putih saja,” ujar Yukon.

Yukon menyebutkan, setelah mendapat laporan dari BPS tentang angka-angka dan penyebab inflasi, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera bertemu dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk membahas langkah-langkah. Terutama akan melakukan pengecekan pasokan komoditas di pasar, dan berapa pasokan sebenarnya yang bisa diturunkan ke pasar.[]