SIGLI – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pidie, Apriadi, mengakui dana pengadaan tanah pusat kegiatan olahraga (sport center) persiapan tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022 mendatang. Namun, dana itu belum bisa dilaksanakan dengan alasan masih ada persyaratan yang harus dilalui.
“Iya, dana Rp 15 miliar dari APBK 2020 sudah ada untuk pengadaan lahan yang nantinya dibangun Sport Center. Tapi kita masih menunggu hasil kajian dan penetapan lokasi (penlok),” jelas Apriadi, Rabu, 4 Maret 2020.
Meski anggaran sudah tersedia untuk 5.hektare lahan, namun lanjut Apriadi tidaklah bisa digunakan serta merta bisa diambil. Masih banyak kajian yang harus dilakukan oleh pihak terkait, termasuk kajian harga dan kajian kelayakan lokasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie.
Memang, sudah ada kajian yang putuskan lokasi Sport Center dibangun dalam kawasan Kecamatan Kota Sigli. Putusan itu sesuai perencanaan dengan momen PORA, akan mengubah wajah kota dan menghindari terbengkalainya gedung jika dibangun jauh dari kota.
“Jika dibangun dalam kawasan kota, gedung itu akan dapat digunakan terus menerus untuk kebutuhan olahraga. Tetapi jika dibangun jauh dari kota maka dikhawatirkan setelah PORA gedung akan terlantar,” papar Apriadi
Saat ini, hasil kajian diserahkan ke bupati untuk memberikan keputusan titik yang cocok berdasarkan hasil kajian Bappeda. Selanjutnya ketika sudah ada penlok, baru dibuat Detail Engineering Design (DED) oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Perkim juga bertanggung jawab untuk pembangunan fisik Sport Center, ” imbuhnya, sembari mengatakan untuk timbunan pun dirinya akan audiensi dulu dengan Plt Gubernur agar proses penimbunan bisa langsung dikerjakan sesudah pembebasan lahan.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kabupaten Pidie mengalokasikan dana mencapai Rp15 miliar bersumber dari APBK 2020 untuk pembebasan tanah pembangunan pusat kegiatan olahraga (sport center).
Pidie selaku tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV 2022 mendatang, mulai sekarang harus mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan, termasuk sport center. Namun, sejauh ini belum jelas lokasi pembelian lahan untuk sport center.
Sekretaris Daerah Pidie, Idhami, S.Sos., M.Si., Selasa, 3 Maret 2020, mengatakan, Rp15 miliar untuk pengadaan tanah sport center sudah dianggarkan tahun ini. Tinggal sekarang penentuan lokasi (penlok) serta penghitungan harga tanah berdasarkan Tim Penilai Harga Tanah Daerah (TPHTD).
“Anggaran sudah tersedia, tinggal lagi penentuan lokasi dan penentuan harga oleh TPHTD. Semua itu merupakan aturan yang harus kita ikuti,” jelas Idhami.[]




