LHOKSUKON – “Kap'iep han, kap'iep han (Kamu isap atau tidak, kamu isap atau tidak),” kata ID sambil menjambak rambut istrinya. ID yang baru keluar dari Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara tiga bulan lalu itu kini kembali masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Utara atas kasus narkotika jenis sabu.
Baca: Nyabu Bareng: IRT Muda Ditangkap Polisi, Suaminya Kabur
Dalam penggerebekan rumah ID di Gampong Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Senin, 26 Februari 2018 malam, Kasat Reserse Narkoba AKP Ildani Ilyas bersama sejumlah personel berhasil menangkap SS, 25 tahun, warga Gampong Matang Raya Barat, kecamatan setempat. SS merupakan istri ID. Sementara ID kabur melalui pintu belakang.
Ditemui portalsatu.com/ di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, mata SS terlihat berkaca-kaca dan agak memerah. SS terlihat mengenakan celana kulot bermotif etnik dipadu baju kaos hitam dengan kepala ditutupi selendang bermotif abstrak.
“Suami saya pernah dipenjara atas kasus narkoba, baru tiga bulan lalu keluar penjara (Rutan cabang Lhoksukon). Di awal-awal pascakeluar penjara sikapnya biasa saja, namun di bulan kedua dia memaksa saya memakai sabu. Saya sempat tolak, tapi dipaksa. Kap'iep han, kap'iep han, kata suami saya kala itu saat pertama kalinya memaksa saya pakai sabu,” ujar SS dengan suara agak terbata-bata menahan tangis, Kamis, 1 Maret 2018.
Sejak pemaksaan pertama, SS mengaku telah memakai sabu beberapa kali di bawah tekanan suaminya. Setiap SS menolak, suaminya ID marah dan menjambak rambutnya.
“Saya sedih dan kecewa, dia yang paksa saya pakai sabu, tapi dia kabur meninggalkan saya saat ditangkap polisi. Lôn meulakèe gopnyan mereumpok balasan setimpal, han lôn tueng lé (Saya doakan ia mendapat balasan setimpal, saya tidak mau lagi). Saya sedih anak saya yang berusia 7 tahun kini harus dijaga ibu saya. Saya menikah dengan ID baru empat tahun, dan rumah itu (lokasi penggerebekan) merupakan rumah ID. Saat kami menikah rumah itu sudah ada,” ungkap SS.
Saat ditangkap polisi, SS mengaku sedang memakai sabu bersama suaminya di dalam rumah. Di waktu yang sama, suaminya juga memaketkan sabu untuk diedarkan kembali.
“Saya dan suami sedang pakai sabu, tiba-tiba mati lampu. Waktu itu suami saya sempat suruh pakai sekali lagi. Kemudian suami suruh saya keluar rumah, untuk melihat apa sebabnya mati lampu. Saya takut keluar, tapi suami paksa saya. Waktu saya keluar mau hidupkan saklar lampu karena terpental, saya ditangkap polisi. Suami saya kabur dari pintu belakang. Saya kecewa,” terang SS.[] (*sar)



