SUBULUSSALAM – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Kota Subulussalam melaksanakan wisuda sarjana strata satu (S1) sebanyak 64 wisudawan berlangsung di Hotel Hermes One, Sabtu, 14 Januari 2023.
Adapun sebanyak 64 wisudawan itu terdiri 42 Program Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan 22 Program Pendidikan Islam (PAI). Jumlah ini terbanyak sejak tiga tahun terakhir dimulai wisuda angkatan ke-1 tahun 2020 berjumlah 39 mahasiswa, angkatan ke-2 berjumlah 42 orang pada 2021. Selanjutnya angkatan ke-3 meningkat jadi 64 wisudawan.
"Alhamdulillah angkatan ketiga yang wisuda meningkat jadi 64 orang, mungkin pada angkatan keempat nanti bisa mencapai 100 lebih," kata Safnial kepada portalsatu.com/ di sela-sela Sidang Senat Terbuka STIT HAFAS dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu Angkatan ke-3.

Safnial menjelaskan telah menyampaikan beberapa pesan penting terhadap mahasiswa yang baru saja menyelesaian pendidikan jenjang S1. Pertama, kata Safnial banyak dari mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 namun sebagian terkendala sektor ekonomi.
"Kami dari pihak kampus mencoba untuk akan menggandeng mitra STIT HAFAS untuk membantu adik-adik kita ini yang melanjutkan S2 agar dapat bantuan beasiswa. Ini masih rencana kita semoga nanti bisa terwujud, kita sadari hampir rata-rata mahasiswa ini dari keluarga kurang mampu," ucap Safnial.
Ia menyebutkan para alumni STIT HAFAS ketika selesai menjalani pendidikan S2 nantinya akan diterima mengajar di kampus kebanggaan masyarakat Kota Subulussalam itu. Hal ini sebagai bentuk motivasi dan dukungan kepada mereka yang ingin melanjutkan pendidikan magister.

"Bahka saya rekomendasi apabila kalian sudah lulus S2, prodi kita sudah bertambah akan diterima mengajar di STIT HAFAS," ucap Safnial didampingi Dosen STIT HAFAS Andong Maha.
Dijelaskan, STIT HAFAS Subulussalam saat ini sedang berupaya menambah program studi (prodi) seperti ekonomi syariah dan hukum syariah serta beberapa prodi lainnya, setelah adanya perubahan nomenklatur. Sedangkan saat ini baru tersedia dua prodi MPI dan PAI.
"Kemarin kita bincang-bincang dengan kawan-kawan, kita rubah nomenklatur dulu atau bagaimana. Kalau nomenklatur dirubah paling tidak bisa jadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Jika itu telah dirubah artinya bisa banyak nambah prodi," katanya.
"Kampus ini kalau tidak dibantu hubungan moril atau apa dari pemerintah, maka akan stagnan hanya itu-itu saja. Kita pingin menambah prodi," Safnial berharap agar wacana tersebut bisa terwujud guna meningkatkan SDM generasi muda di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini.
Safnial menyebutkan rasio dosen dan mahasiswa saat ini sudah seimbang jika status kampus STIT berubah jadi STAI, apalagi pada beberapa hari lalu, satu dosen di sana sudah menyandang program S3 yaitu DR. Candra Sihotang, sebelumnya juga sudah ada DR. Musriaparto.
"Ini untuk mendongkrak SDM yang ada, karena rasio dosen dan mahasiswa itu sudah seimbang. Masalahnya jika tidak ada penambahan prodi selain PAI dan MPI, mereka dosen-dosen yang sekarang sedang mengambil S2 nanti tidak bisa diterima. Maka upaya penambah prodi ini menjadi prioritas ke depan," kata mahasiswa S3 UIN Sumut ini.
Pelaksanaan wisuda tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Subulussalam Drs. Salmaza,M.A.P, Sekretaris Kopertais Wilayah V Aceh DR. Khairizzaman, M. Ag dan sejumlah pejabat lainnya berlangsung khidmat dilanjutkan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh pihak kampus.[]






