Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaNewsSuami Masuk Bui,...

Suami Masuk Bui, Istri Tertipu Rp5 Juta

Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib Mardiah (57). Setelah suaminya ditangkap polisi karena kasus kepemilikan ganja, perempuan asal Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur ini, juga harus kehilangan uang Rp5 juta karena diperas penelepon gelap yang mengaku sebagai pejabat polres setempat.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman mengatakan, kejadian bermula saat suami korban berinisial SU ditangkap anggota Opsnal Satuan Reserse Narkoba dan ditahan.

“Karena kedapatan membawa ganja kering siap edar dengan berat 70,5 gram,” katanya, Sabtu (27/2/2016).

Seperti dilansir laman resmi Polres Aceh Timur, SU ditangkap di terminal Idi Rayeuk, Senin 22 Februari 2016 lalu. Dua hari kemudian, tiba-tiba Mardiah ditelepon seorang laki-laki mengaku sebagai pejabat Polres Aceh Timur dan menawarkan bantuan. Pelaku mengaku, bisa membantu membebaskan suami korban dari jeratan hukum dengan syarat harus mentransfer uang Rp5 juta.

Korban yang percaya dengan penelpon itu, kata Hendri, kemudian mentransfer sebesar uang yang diminta penelpon tersebut ke sebuah rekening atas nama Nur Damayanti. Setelah mengirimkan uang, Mardiah menghubungi lagi nomor penelpon tadi. Pelaku kemudian meminta korban datang ke Polres Aceh Timur, dengan membawa foto copy KTP dan meterai.

“Sesampai di Polres, korban bingung hendak menjumpai siapa, karena penelpon tidak menyebutkan namanya, ia hanya mengatakan pejabat Polres Aceh Timur, tanpa menyebut satuan dan pangkat,” ujar Hendri.

Akhirnya, lanjut dia, petugas mengarahkan korban ke ruangan Satuan Narkoba. “Dari situlah, korban baru sadar kalau dirinya mejadi korban penipuan,” sebutnya.

Hendri menambahkan, dirinya sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat di wilayah hukumnya, jika ada anggota keluarganya yang terkena permasalahan hukum, agar tak percaya bila ada orang yang menelpon dan mengatasnamakan pejabat Polres Aceh Timur, yang menjanjikan akan membantu pengurusan keluarganya yang tengah berurusan dengan perkara hukum.

“Abaikan saja, kalau perlu tanya siapa namanya, pangkat dan fungsi mana, nanti kita cek ada enggak nama yang dimaksud, karena ini merupakan kejahatan cyber crime sekaligus terorganisir,” sebutnya.

Kapolres berjanji akan melacak nomor handphone dan nomor rekening pelaku penipuan yang mengatasnamakan pejabat polres setempat.[] Sumber: okezone.com

Baca juga: