Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaSuara Perempuan: Kami...

Suara Perempuan: Kami Tidak Diajak Untuk Berkontribusi

LHOKSEUMAWE – Aktivis perempuan Safwani mengatakan, saat ini para elite partai politik melihat perempuan hanya dari aspek tertentu.

“Banyak parpol memilih-milih perempuan untuk bergabung, padahal kualitas perempuan (yang dipilih) tersebut tidak muncul, dan pastinya bukan berlatar belakang politisi,” kata Safwani dalam diskusi bertemakan ‘Pilkada Aceh 2017 dalam Perspektif Gender’, diselenggarakan LPPM Unimal, di Lhokseumawe, Sabtu, 10 September 2016.

Safwani menilai perempuan hanya dijadikan alat oleh parpol untuk mencapai syarat 30 persen kuota caleg saat pemilu legislatif di Aceh.

Selain itu, kata Safwani, pengambil kebijakan dalam pemerintahan di Aceh juga tidak mengajak kaum perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Dia mencontohkan, di Kota Lhokseumawe pada pemerintahan Suaidi Yahya keterbukaan informasi dan keikutsertaan perempuan dalam mengambil kebijakan maupun diskusi untuk memajukan daerah sangat tertutup.

“Hingga hari ini kami (perempuan) tidak pernah diajak terlibat untuk ikut serta memberikan kontribusi kepada daerah, baik soal tata ruang kota maupun masalah infrastruktur lainnya,” ujar Safwani.[]

Baca juga: