LHOKSUKON – Suara tembakan terdengar berulang kali saat tim Polres Aceh Utara mencoba 'melumpuhkan' massa yang mulai anarkis dalam unjuk rasa di halaman Polres Aceh Utara, Sabtu, 20 Februari 2016. Beberapa pengunjuk rasa yang 'kena tembakan' langsung dievakuasi dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Sepenggal kisah itu tergambar dalam Simulasi Pengamanan Markas Komando (Sispammako) yang melibatkan 400 personel Polres Aceh Utara. Simulasi ini sebagai upaya pengamanan pilkada 2017 mendatang dari kemungkinan gangguan keamanan atau teror.

Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kabag Ops Edwin Aldro kepada portalsatu.com menyebutkan, dengan adanya simulasi tersebut diharapkan nantinya petugas di lapangan dapat bertindak sesuai ketentuan.

“Senjata api hanya digunakan saat kondisi sudah sangat mendesak. Tembakan dari senjata api tidak bertujuan mematikan, namun hanya melumpuhkan massa yang anarkis. Mengingat setelah Pilkada berlangsung sering ada pihak yang tidak puas dengan hasil yang keluar,” ujar AKP Edwin.

Pantauan portalsatu.com, simulasi tersebut menyedot perhatian pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Medan-Banda Aceh, depan Mapolres Aceh Utara. Bahkan ada warga yang mengaku terkejut saat mendengar suara tembakan.

“Saya hendak ke kota Lhoksukon. Setiba di depan Polres Aceh Utara saya lihat banyak sekali anggota berseragam polisi, dan ada juga yang pakai baju biasa. Saya sangat terkejut saat mendengar suara tembakan. Awalnya saya kira ada kejadian, ternyata hanya simulasi,” ucapnya Munawir, 22 tahun, warga Baktiya sambil tersenyum.[]