Jumat, Juli 26, 2024

Warga Lhoksukon Dihebohkan Penemuan...

LHOKSUKON - Masyarakat Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki...

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...
BerandaSulaiman Juned Mencipta...

Sulaiman Juned Mencipta Bersama Seniman Aceh

Sulaiman Juned adalah seorang seniman Aceh tulen yang sedang menyelesaikan program doktoral bidang Teater, mementaskan Teater Tutut Adnan Pmtoh di Taman Putroe Phang Banda Aceh, Senin malam, pukul 20:00 Wib s.d. selesai, Senin 14 Maret 2016.

Pementasan teater tutur Aceh tersebut mengikutsertakan tokoh sastra Aceh legendaris Udin Pelor, juga rekan seperjuangan dari kalangan seniman tradisi maupun modern yaitu Muda Belia, Syamsul Bahri, Rasyidin Wig Maroe dan Teuku Afifuddin.

Sosok Sulaiman sejak sempat menggawangi pendirian ISBI Aceh di Jantho selalu menjadi tempat bernaung dan bersilaturrahmi antar seniman. Sempat mendirikan Teater Ceka, Teater Nol dan lainnya.

Kali ini Sulaiman Juned menyelesaikan tugas studi akhir di ISI Surakarta dengan judul disertasinya yang sangat penting bagi keberlangsungan karya terdahulu cukup fenomenal di kalangan masyarakat Aceh secara luas “Pertunjukan Teater Teungku Adnan PM Toh Mencipta Bersama Masyarakat”.

Kehadiran akademisi seni sastra teater merupakan warna yang penting bagi kebudayaan dan kesenian Aceh, sebab selama ini banyak seniman sastra khususnya teater sangat kekurangan tokoh intelektual yang selain praktisi juga akademis.

Peran Sulaiman Juned telah pula dirasakan masyarakat Sumatera Barat, selain menjadi dosen di Padang, beliau juga merupakan pekerja teater yang sangat produktif.

Berkesempatan menghadiri beberapa kali gelar Kota Puisi-Banda Aceh, Sulaiman Juned banyak menggugah semangat berkiprah dan mengabdikan diri bagi kebangkitan kesenian Aceh yang telah sejak lama fakum akibat gerus konflik dan bencana alam.

Anaknya adalah pula penyair cilik yang kerap menghasilkan karya puisi dengan gagasan menarik dan luas, Surya Darma anaknya tersebut masih duduk di kelas SMP namun jelas terlihat bagaimana tenaga mencipta bersama seniman Aceh justru dimulai dari keluarga terdekat.

Peran dan kinerja berkesenian di Aceh kembali tercerahkan lewat sosok kelahiran desa kecil Usi Dayah Kecamatan Mutiara Kab. Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 12 Mei 1965.

Pentingnya mencipta dan bekerja sastra secara bersama-sama adalah salah satu opsi penting selain mempererat silaturrahmi antar kalangan seniman di Aceh. Selayaknya kerja berteater sebagaimana yang telah dilakukan Sulaiman Juned terus dapat memberikan kesempatan untuk semua seniman Aceh agar dapat bersama-sama mempertanggungjawabkan apa kerja para pencipta sastra dan budaya itu selama ini di Aceh?.

Penulis: Muhrain, Promotor Kota Puisi-Aceh, mahasiswa angkatan 2011 Pascasarjana Bahasa dan Sastra Indonesia Unsyiah.

Baca juga: