BANDA ACEH – Sulitnya mencapai beberapa titik lokasi korban bencana banjir bandang di Aceh Singkil, menjadi salah satu kendala bagi para Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam mendistribusikan bantuan.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Tagana Aceh Singkil, Saifuddin, dalam pertemuan bersama dengan Kepala Dinas Sosial Aceh, Wakil Bupati Aceh Singkil, di Kantor Dinas Sosial Aceh Singkil, Jumat, 10 November 2017.

Hampir setiap tahunnya Kabupaten Aceh Singkil menjadi langganan banjir. Oleh karena itu, pada pertemuan tersebut, Tagana Aceh Singkil meminta kepada Dinas Sosial Provinsi Aceh, untuk menyuplai mereka dengan beberapa perlengkapan alat pendukung penanganan bencana.

“Kami membutuhkan perlengkapan alat pendukung penanganan bencana, seperti alat komunikasi berupa base stasion dan handy talky (HT). Juga, kenderaan trail untuk kelancaran operasional lapangan, serta mobil water treatment yang sangat dibutuhkan saat ini,” kata Saifuddin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, berjanji untuk mengusulkan kepada gubernur agar merealisasikan permintaan para relawan tersebut.

“Untuk tahun ini Insya Allah, akan membantu dan berusaha menambah rubber boat dan mobil dapur umum yang lengkap, untuk Aceh Singkil. Insya Allah akan diupayakan di tahun depan, 2018,” jelas Kepala Dinas Sosial Aceh.

“Mengenai kendaraan, khusus Singkil nanti, saya berupaya nanti akan adanya perahu untuk digunakan sebagai tanggap bencana. Dan di lokasi, kita sudah upayakan ke pusat berupa kendaraan trail. Sedangkan untuk mobil tabung air, kita belum ada usulkan, namun ini akan segera kita usulkan ke pusat,” jelasnya lagi.

Selain itu, ke depan, agar penanganan bencana cepat ditanggulangi, Alhudri juga akan berupaya merenovasi fisik gudang bufferstock Dinas Sosial Kabupten Aceh Singkil serta menambah perlengkapan penanganan bencana. Oleh karena itu dia meminta kepada pemerintah kabupaten setempat, untuk mengusulkan gudang tersebut di bawah Dinsos provinsi, dengan pengawasannya yang dilakukan langsung oleh pemerintah daerah.

“Tahun depan, gudang Dinsos Singkil akan dibangun pagar, agar lebih aman. Sehingga ketika bencana gudang itu bisa dibuka atau digunakan Terkait dengan base station, mohon dibangun towernya di seputaran gedung tersebut,” ungkapnya.

“Namun harus diingat, ketika fasilitas sudah lengkap, tetapi kinerja atau Tagana kurang aktif, maka saya tidak akan ajukan. Oleh karena itu saya harap ketika fasilitas sudah lengkap, Tagana harus lebih aktif,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan Keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil No 292 Tahun 2017, Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kecamatan Suro, Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Singkil, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, pada 8 November 2017. Status daerah ini menjadi Status Tanggap Darurat, sehingga dibutuhkan beberapa tenaga relawan seperti Tagana untuk membantu menangani para korban bencana tersebut.

Menanggapi keputusan tersebut, Pemerintah Aceh meminta langsung kepada Dinas Sosial Provinsi Aceh, agar seluruh Tagana yang ada, khususnya yang tidak jauh dari lokasi bencana untuk turut serta membantu pemerintah daerah.

“Saya minta dari Tagana, nanti membantu pemerintah setempat dalam menangani masa siaga kebencanaan ini,” kata Alhudri.

Sejak bencana banjir bandang melanda Aceh Singkil, kemarin, sebanyak 30 orang Tagana Aceh Singkil dan kabupaten tetangga lainnya, telah dikerahkan ke lima kecamatan yang menjadi titik bencana. Hal itu sebelumnya, juga telah disampaikan oleh Kadinsos Aceh Alhudri. Dia mengatakan selama penanganan tanggap darurat untuk korban banjir telah dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Aceh. Dinsos juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Sekretaris Daerah, Azmi dan Dinas Sosial Aceh Singkil dalam penanganan musibah tersebut.

“Tentu kita mempunyai ujung tombak dalam penanganan musibah ini, yakni anggota Tagana setempat dan dibantu oleh Tagana kabupaten tetangga. Saat ini mereka semua telah bahu membahu dan bergerak ke beberapa lokasi bencana banjir yang ada di Kabupaten Aceh Singkil dan kami juga memerintahkan bila ada pengungsian, Tagana harus segera membuka dapur umum di samping melakukan tugas-tugas evakuasi lainnya,” kata Alhudri kepada portalsatu.com/, Rabu, 8 November 2017, lalu.